selamat malam semuanya! semoga hari ini menyenangkan buat kalian semua ya!✨
males ah gue mellow mulu akhir-akhir ini kalau nulis. sekarang mau ngasih yang beda ah.
kali ini gue mau cerita mengenai "short escape" gue beserta teman-teman seangkatan di kampus.
kemanakah kita pergi?
ke Jember!
hahaha, udah pada tau dari judulnya juga kan? :))
oke, gue mulai ceritanya dari awal ya!
males ah gue mellow mulu akhir-akhir ini kalau nulis. sekarang mau ngasih yang beda ah.
kali ini gue mau cerita mengenai "short escape" gue beserta teman-teman seangkatan di kampus.
kemanakah kita pergi?
ke Jember!
hahaha, udah pada tau dari judulnya juga kan? :))
oke, gue mulai ceritanya dari awal ya!
Gambar 1. Sebagian mahasiswa Sejarah UI 2017. Sumber: Dokumentasi Pribadi
jadi kami ke Jember itu dalam rangka Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang diselenggarakan oleh prodi gue, dan yang berangkat kesana itu para mahasiswa S1 tingkat awal, mahasiswa S2, S3, dan juga para dosen.
dalam rangka riset awal lah ya, mungkin kalau buat anak S1 termasuk gue, itu jadi ajang permulaan riset sejarah mereka sebelum kemudian dihadapkan pada tugas-tugas riset selanjutnya.
ceritanya lumayan panjang sebelum akhirnya Prodi memutuskan untuk menetapkan Jember sebagai wilayah KKM tahun itu.
bermula dari suatu pernyataan dari kaprodi (read: kepala program studi) gue,
(sekitar akhir 2017)
"tahun ini kita KKM ke Kamboja ya, perkiraan berangkat sekitar Juni, Juli, atau Agustus 2018. tolong dipersiapkan semuanya ya"
"baik Mbak"
/catatan : di jurusan gue, para mahasiswa manggil dosen-dosennya (khusus dosen sejarah aja) dengan sapaan "Mas" dan "Mbak", bukan "Pak" atau "Bu" layaknya waktu masih sekolah atau layaknya sapaan di berbagai jurusan lain/
wah seneng banget itu seangkatan, termasuk gue.
pasalnya, banyak di antara kita yang belum pernah menginjakkan kaki di luar negeri. lagi-lagi, termasuk gue juga. hahaha.
dan pertanyaan yang selalu muncul adalah,
"eh cara ngurus paspor gimana sih?"
sama ini,
"eh kalau mau ngurus paspor dll barengin aja yuk seangkatan"
tapi ternyata sekitar awal 2018, keputusannya diganti.
"mohon maaf semuanya, tahun ini kita jadinya KKM di Makassar ya"
"baik Mas, Mbak"
(waktu itu yang nyampein dosen rame-rame gitu)
alhasil, respon temen-temen seangkatan :
"gapapa deh guys kita gajadi ke Kamboja, jadinya ke Makassar. Makassar tuh bagus tauu"
"iya, belum pernah juga kan lu semua pergi ke luar pulau Jawa? hahaha"
"betul sekaliii"
"pasti kalau kesana topiknya sejarah maritim deh"
"lah belum tentu, siapa tau yang dibahas Ayam Jantan dari Timur"
"dih sok tau banget lu"
"Makassar tuh kaya apa ya bentukannya, jadi gasabar. ayo dong waktu, jalan cepet, biar cepet KKM hahaha"
ga cukup sampai situ aja guys ternyata.
pasalnya, sekitar bulan April-Mei 2018, keputusannya diganti lagi. dan nampaknya keputusan ini merupakan keputusan final sampai hari H nanti.
"mohon maaf lagi yang sebesar-besarnya ya. kami memutuskan untuk tidak jadi ke Makassar karena ternyata biaya yang dibutuhkan cukup besar"
"hah?!"
"maaf Mas, memang totalnya berapa Mas untuk ke Makassar secara keseluruhan?"
"biaya yang dibutuhkan yakni sebesar *** per orangnya" (pokoknya totalnya hampir 6 jt sendiri, pusing ga lu?)
"wah mahal sekali..."
"maka dari itu, kami selaku perwakilan dari Prodi menawarkan dua opsi. mau Jogja atau Jember?"
"Jember saja Mas"
"satu suara ya, Jember semua?"
"iya Mas"
"baik, dengan demikian maka tahun ini KKM akan dilangsungkan di Jember ya"
"baik Mas"
lagi-lagi, teman-teman seangkatan memberikan respon yang beragam.
"kan, ujung-ujungnya PHP"
"hahaha kasian deh lu semua"
"Kamboja gagal, Makassar gagal, Jember pun jadi"
"gapapa lah daripada ke Jogja, kaya study tour anak sekolah"
"gapapa lah daripada ga KKM sama sekali, ya gak?"
"iya sih"
"lah emang kenapa kalo ga KKM?"
"gabisa ambil matkul Metode Sejarah sama Historiografi nanti. dua itu kan matkul penting, kalo ga ambil itu matkul, bisa lulus telat lu pada"
"oiya"
oleh karenanya, akhirnya kami pergi ke Jember.
dan sebenernya kami berangkat udah di tahun 2018 lalu, tepatnya mulai tanggal 23-26 Juli 2018.
oleh karena gue baru ada niatan buat nulis ini, jadi langsung aja gue mulai ceritanya :)
oh iya btw ini cerita gue susun berdasarkan sudut pandang gue sendiri ya, karena tiap temen-temen yang lain pasti punya sudut pandang yang berbeda-beda tiap orang.
------------------------------------------
Minggu, 22 Juli 2018, 18.30 WIB
selesai shalat maghrib dan mastiin lagi gaada barang-barang yang ketinggalan, gue rebahan sejenak.
tiba-tiba telepon berdering. pas gue liat, oh ternyata dari Salma.
gue sama Salma menempati kosan yang satu daerah dan berdekatan. beda kosan tapi.
kami memang memutuskan untuk pergi ke bandara bareng, sama Rania dan Lika, pakai mobil keluarganya Rania.
jadi kami harus ke rumah Rania dulu, yang letaknya ga jauh sih sebenernya. tepatnya di daerah Lenteng Agung.
"halo, Dhesta?"
"halo, apaan Sal?"
"Dhes atuhlah ini hujan gimana nanti kita ke rumah Rania"
"iya Sal masih hujan, tunggu redaan aja paling bentar lagi juga reda"
"iya ya. Dhes mau ke kosan gue gak, bantuin bawa Copernicus*, nanti kita naik go-car nya dari kosan lu aja"
"oh boleh, ntar tapi kalo hujannya udah reda"
"oke Dhes, nanti gue telpon lagi ya"
"okee"
*Copernicus : nama koper barunya Salma, yang dia beli di Margo City beberapa hari sebelum kita berangkat KKM.
waktu itu belinya sama gue juga sih tapi gue ga ikut beli.
pas liat-liat koper dan dia naksir sama salah satu koper yang ada, dia langsung beli dan tiba-tiba....
"ini koper mau gue namain Copernicus ah"
dalem hati, "hade saaaal...... (insert emot senyum kebalik here)"
.................................................
19.40 WIB
tak lama kemudian, hujan pun reda. bener aja, Salma langsung nelpon disitu.
"Dhes gue ke kosan lu ya"
"ngapain?"
"nyamperin lu, nanti ke kosan guenya bareng-bareng"
dalem hati,
"eh buset ngapain dh HAHAHAHA kaya kosan kita jauh-jauhan aja, kan guenya aja yang kesana juga bisaaaa...."
tapi pada akhirnya gue menyanggupi. itu karena gue gabut aja soalnya hehe.
.........................
19.48 WIB
gue masuk ke kosan Salma, bareng Salma juga dong.
"yak selamat datang di kosan gue, eh Copernicus mana ya"
tak lama, ia menyeret Copernicus lalu berbenah sebentar dan memastikan bahwa tidak ada lagi yang tertinggal. kemudian kami berlalu dari kosan Salma terus jalan ke kosan gue deh.
sesampainya di kosan gue......
"lho Dhes lu pindah kamar? gedean ini kamarnya dah"
"yoi, mending ini kan?"
"iya"
"kapan pindahnya......."
"Mei awal apa ya kalo ga salah"
"gila ini mah buat ciwi ciwi bersebelas juga muat kayanya... nambah berapa Dhes?"
"tetep sama"
"SAMA?!"
"iya hahahhahahahaha"
"ih enak banget"
"Dhes lu cuma bawa ini doang?"
"iya ni ransel doang atu. ngapain bawa berat-berat"
"oiya lu sekalian mau lanjut balik Blora ya ntar"
"oh tentu"
tak lama, gue langsung pesen go car ke rumah Rania.
tapi tiba-tiba...
"eh Sal dicancel masa"
"lah kok bisa"
oh iya btw ini cerita gue susun berdasarkan sudut pandang gue sendiri ya, karena tiap temen-temen yang lain pasti punya sudut pandang yang berbeda-beda tiap orang.
------------------------------------------
Minggu, 22 Juli 2018, 18.30 WIB
selesai shalat maghrib dan mastiin lagi gaada barang-barang yang ketinggalan, gue rebahan sejenak.
tiba-tiba telepon berdering. pas gue liat, oh ternyata dari Salma.
gue sama Salma menempati kosan yang satu daerah dan berdekatan. beda kosan tapi.
kami memang memutuskan untuk pergi ke bandara bareng, sama Rania dan Lika, pakai mobil keluarganya Rania.
jadi kami harus ke rumah Rania dulu, yang letaknya ga jauh sih sebenernya. tepatnya di daerah Lenteng Agung.
"halo, Dhesta?"
"halo, apaan Sal?"
"Dhes atuhlah ini hujan gimana nanti kita ke rumah Rania"
"iya Sal masih hujan, tunggu redaan aja paling bentar lagi juga reda"
"iya ya. Dhes mau ke kosan gue gak, bantuin bawa Copernicus*, nanti kita naik go-car nya dari kosan lu aja"
"oh boleh, ntar tapi kalo hujannya udah reda"
"oke Dhes, nanti gue telpon lagi ya"
"okee"
*Copernicus : nama koper barunya Salma, yang dia beli di Margo City beberapa hari sebelum kita berangkat KKM.
waktu itu belinya sama gue juga sih tapi gue ga ikut beli.
pas liat-liat koper dan dia naksir sama salah satu koper yang ada, dia langsung beli dan tiba-tiba....
"ini koper mau gue namain Copernicus ah"
dalem hati, "hade saaaal...... (insert emot senyum kebalik here)"
.................................................
19.40 WIB
tak lama kemudian, hujan pun reda. bener aja, Salma langsung nelpon disitu.
"Dhes gue ke kosan lu ya"
"ngapain?"
"nyamperin lu, nanti ke kosan guenya bareng-bareng"
dalem hati,
"eh buset ngapain dh HAHAHAHA kaya kosan kita jauh-jauhan aja, kan guenya aja yang kesana juga bisaaaa...."
tapi pada akhirnya gue menyanggupi. itu karena gue gabut aja soalnya hehe.
.........................
19.48 WIB
gue masuk ke kosan Salma, bareng Salma juga dong.
"yak selamat datang di kosan gue, eh Copernicus mana ya"
tak lama, ia menyeret Copernicus lalu berbenah sebentar dan memastikan bahwa tidak ada lagi yang tertinggal. kemudian kami berlalu dari kosan Salma terus jalan ke kosan gue deh.
sesampainya di kosan gue......
"lho Dhes lu pindah kamar? gedean ini kamarnya dah"
"yoi, mending ini kan?"
"iya"
"kapan pindahnya......."
"Mei awal apa ya kalo ga salah"
"gila ini mah buat ciwi ciwi bersebelas juga muat kayanya... nambah berapa Dhes?"
"tetep sama"
"SAMA?!"
"iya hahahhahahahaha"
"ih enak banget"
"Dhes lu cuma bawa ini doang?"
"iya ni ransel doang atu. ngapain bawa berat-berat"
"oiya lu sekalian mau lanjut balik Blora ya ntar"
"oh tentu"
tak lama, gue langsung pesen go car ke rumah Rania.
tapi tiba-tiba...
"eh Sal dicancel masa"
"lah kok bisa"
"au gajelas mas masnya"
terus gue mesen lagi.
di saat bersamaan, Rania menelepon ke hp Salma.
"eh dimana lu pada"
"nih mau otw bentar yak, tadi dicancel mas masnya"
"oke ditunggu"
setelah mendapat kepastian posisi mas masnya ada dimana dan ternyata udah ada di depan kosan gue, gue mastiin lagi gaada yang ketinggalan dan setelahnya kami bergegas keluar dari kosan.
akhirnya, kami berangkat!
bye Depok, see you on September!
.................................
20.45 WIB
akhirnya kami sampai di rumah Rania. udah ada Lika juga disana.
ga lama, Rania keluar dari dapur bawa coklat-coklat Arab sama minum. emang dia punya coklat Arab tuh banyak banget, mulai dari coklat yang emang authentic Arab sampe modelan Kit-Kat, Smarties, dan semacamnya pun ada disitu.
"abisin aja guys, gue punya masih banyak banget sans"
gue sendiri dengan enaknya makanin tuh coklat sampe gatau tuh abis berapa. ya maklum aja gue demen banget makan hehehe.
hahahaha dasar gadir (read : gatau diri) ya Dhesta ini.
meski begitu, mau sebanyak apapun gue makan, bb gue ga kunjung naik, alias SUSAH BANGET NAIK WOI, sedih banget. GUE HARUS GIMANA LAGI BIAR BISA NAIKIN BB?! bb gue stagnan disitu-situ aja soalnya :(
"eh pada mau makan gak? disuruh mama gue makan tau"
*diem dieman*
"eh ayo dong disuruh mama gue nih. Dhes gue beliin nasgor ya, kan lu demen makan tuh"
"hm boleeeh, tapi jangan gue sendirian yang makan"
"iya sama gue kok, belum makan juga nih gue. ayo yang lain pada mau nggak?"
"engga deh Ran"
"yaudah gue beli dulu ya keluar"
"Ran punya gue jangan pedes yak"
"okee"
tak lama, Rania datang dengan membawa nasgor dan kami makan.
kami makan sambil ngobrol-ngobrol, kadang diselingi ghibah juga. ya biasalah ciway.
jam 23.30 WIB, kami berangkat dari rumah Rania ke bandara.
---------------------------------------
Senin, 23 Juli 2018, 01.30 WIB
kami sampai di Terminal 2B Bandara Soekarno Hatta.
disana anak-anak sejarah 2017 udah pada ngumpul rupanya.
gue ngeliatin mereka ya, kok bawaan mereka pada ribet-ribet sih. cuma mau ke Jember doang hahaha.
segala bawa koper, malah ada yang bawa 2 tas, baik tas ransel + koper maupun tas ransel + tas jinjing.
plis lu pada ke Jember tuh cuma 4 hari doang hahahahaha
ada Pippo nyamper,
"Dhes lu cuma bawa ransel doang?"
"iya lah, ngapain bawa berat-berat orang di Jember cuma 4 hari doang"
"anjay simpel banget simpel tuh ye"
"hehe"
terus gue mesen lagi.
di saat bersamaan, Rania menelepon ke hp Salma.
"eh dimana lu pada"
"nih mau otw bentar yak, tadi dicancel mas masnya"
"oke ditunggu"
setelah mendapat kepastian posisi mas masnya ada dimana dan ternyata udah ada di depan kosan gue, gue mastiin lagi gaada yang ketinggalan dan setelahnya kami bergegas keluar dari kosan.
akhirnya, kami berangkat!
bye Depok, see you on September!
.................................
20.45 WIB
akhirnya kami sampai di rumah Rania. udah ada Lika juga disana.
ga lama, Rania keluar dari dapur bawa coklat-coklat Arab sama minum. emang dia punya coklat Arab tuh banyak banget, mulai dari coklat yang emang authentic Arab sampe modelan Kit-Kat, Smarties, dan semacamnya pun ada disitu.
"abisin aja guys, gue punya masih banyak banget sans"
gue sendiri dengan enaknya makanin tuh coklat sampe gatau tuh abis berapa. ya maklum aja gue demen banget makan hehehe.
hahahaha dasar gadir (read : gatau diri) ya Dhesta ini.
meski begitu, mau sebanyak apapun gue makan, bb gue ga kunjung naik, alias SUSAH BANGET NAIK WOI, sedih banget. GUE HARUS GIMANA LAGI BIAR BISA NAIKIN BB?! bb gue stagnan disitu-situ aja soalnya :(
"eh pada mau makan gak? disuruh mama gue makan tau"
*diem dieman*
"eh ayo dong disuruh mama gue nih. Dhes gue beliin nasgor ya, kan lu demen makan tuh"
"hm boleeeh, tapi jangan gue sendirian yang makan"
"iya sama gue kok, belum makan juga nih gue. ayo yang lain pada mau nggak?"
"engga deh Ran"
"yaudah gue beli dulu ya keluar"
"Ran punya gue jangan pedes yak"
"okee"
tak lama, Rania datang dengan membawa nasgor dan kami makan.
kami makan sambil ngobrol-ngobrol, kadang diselingi ghibah juga. ya biasalah ciway.
jam 23.30 WIB, kami berangkat dari rumah Rania ke bandara.
---------------------------------------
Senin, 23 Juli 2018, 01.30 WIB
kami sampai di Terminal 2B Bandara Soekarno Hatta.
disana anak-anak sejarah 2017 udah pada ngumpul rupanya.
gue ngeliatin mereka ya, kok bawaan mereka pada ribet-ribet sih. cuma mau ke Jember doang hahaha.
segala bawa koper, malah ada yang bawa 2 tas, baik tas ransel + koper maupun tas ransel + tas jinjing.
plis lu pada ke Jember tuh cuma 4 hari doang hahahahaha
ada Pippo nyamper,
"Dhes lu cuma bawa ransel doang?"
"iya lah, ngapain bawa berat-berat orang di Jember cuma 4 hari doang"
"anjay simpel banget simpel tuh ye"
"hehe"
dan usut punya usut, setelah gue amati lagi ternyata dari 11 orang cewe seangkatan cuma gue doang yang cuma bawa ransel 1. sisanya pada bawa tas ransel sama koper, jadi bawa 2 gitu.
ini jadi berasa kaya gue yang ga niat pergi ke Jember ya...........
cukup lama kita nunggu sampe disuruh check in.
sambil nunggu, kita ngobrol-ngobrol tuh.
apa aja diobrolin, mulai dari tampilan Arul yang saat itu mirip Bowo "TikTok" Alpenliebe, Sukron yang tidur gelar jaket di lantai bandara, sampe pilot atau pramugari lewat pun ikut diomongin.
.................................
02.40 WIB
akhirnya, kami mulai check in.
dan disinilah, kebodohan seorang Dhesta muncul.....
"segera siapkan tiket dan KTP kalian ya untuk dilakukan pengecekan"
terus gue keinget,
"eh KTP gue di tas, tasnya mau ditaro di bagasi! aduh mati gue"
gue langsung lari ke tempat kumpulan tas-tas yang mau ditaro di bagasi. beberapa tas udah diangkut juga pas gue liat disana.
tapi pas gue liat tas gue belum diapa-apain, gue langsung aja nyerobot mas-masnya.
"sebentar mas, dompet saya ketinggalan"
"ya silakan silakan"
pas gue balik lagi ke tempat tadi, tiba-tiba ada seorang dosen ngasih pengumuman.
"dompet jangan ditaruh di bagasi ya"
HAHAHAHAAHHAHAHAHA malu banget asli, makasih loh mas atas pengumumannya :)))))))
abis itu gue diledekin orang-orang gara-gara itu. :)
....................
sekitar jam 3an, lupa pastinya jam 3 lewat berapa.
semua udah ada di dalam pesawat.
gue sebenernya kebagian duduk di kursi nomor 19B, tapi gue pengennya di deket jendela. kebetulan yang harusnya duduk disitu tuh anak S2.
gue minta izin buat tukeran tempat duduk dan dia menyanggupi, nampaknya dengan senang hati karena nantinya dia bisa sebelahan sama sesama anak S2 yang duduk di kursi 19C.
akhirnya, kami tukeran tempat duduk.
baru aja gue duduk di kursi deket jendela, tiba-tiba gue dicolek Eza dari belakang.
"heh apa apaan lu Dhes tukeran tempat duduk, balik lu!"
"lah suka-suka gue dong, toh mbaknya juga mau kok tukeran sama gue"
"ga ga ga, apaan lu"
Eva yang ada di sebelah Eza, dan kebetulan duduknya juga di samping jendela, ikut ketawa.
ga lama, lampu pesawat pun meredup. perlahan namun pasti.
".......Selamat datang kepada tim Departemen Ilmu Sejarah Universitas Indonesia. Terima kasih telah menggunakan moda transportasi Citilink......"
dan akhirnya kita berangkat ke Surabaya!
......................................
05.45 WIB
sampailah kami di Bandara Juanda, Surabaya!
"halo, Surabaya!" ucap gue dalam hati.
se-excited itu gue dateng ke Surabaya, karena sekarang pake pesawat gue datengnya. baru pertama kali seumur hidup!
soalnya biasanya gue ke Surabaya kalo ga naik kendaraan bermotor ya naik kereta api.
setelah kami semua berkumpul di satu titik, salah satu dosen bacain pembagian kelompok KKM dan pembagian bus.
abis itu, semua naik ke bus yang udah dikasih tau tadi, daaaan akhirnya kami pergi ke Jember!
....................................
09.35 WIB
gue terbangun dari tidur. cukup lama ya kayanya gue tertidur di dalem bus.
pas gue amati sekeliling, sepi. kaya gaada tanda-tanda kehidupan. yang kedenger cuma suara bus jalan doang.
semua masih pada terbuai dalam mimpi, alias masih pada bubu cans atau bubu gans.
sembari nurunin masker yang tadinya nutupin mulut, yaudah, gue main hp aja.
ga lupa gue masang earphone, terus puter lagu-lagu yang ada di playlist favorit. abis itu lanjut cek sosmed.
beuh, damainya hidup.
cukup lama gue main hp, terus pas gue liat sekeliling dan ternyata udah pada bangun, gue matiin hp dan lepas earphone.
terus gue denger beberapa ada yang minta karaokean di dalem bus.
rata-rata minta lagunya Chrisye, HiVi, Tulus, gitu-gitu deh.
yang pegang mic di bus gue ada Rania, Lintang, sama Aby.
wah serius, untuk pertama kalinya disitu gue liat Aby nyanyi hahahahaha.
sama Lintang pulak.
mana disitu nyampur sama dosen sama anak-anak S2 dan S3 juga.
hiburan banget.
...................................................
11.30 WIB
akhirnya sampailah kita di tempat tujuan pertama, tepatnya di kawasan Gunung Gambir, Jember.
udara dingin nampak berhasil merasuk dalam kalbuku.
"untung gue pake jaket sama kaos kaki. dingin banget heuuuu"
sesuai tujuan utama kami pergi ke Jember yaitu untuk menggali sejarah wilayah Jember, dan topiknya lebih berfokus ke sejarah perkebunan, kami dikumpulkan di sebuah rumah yang teduh banget tapi lantainya dingin banget luar biasa menurut gue, dan disitu mulailah disampaikan sejarah tentang kawasan Gunung Gambir, lebih ke perkebunan teh nya sih.
gue catetlah semua di buku catatan gue.
pas keluar, gue sempet foto-foto di sekitar situ sama ciway ciway.
semua cewe ga ikut pergi ke atas, ke kebun teh, karena keterbatasan alat transportasi buat naik kesana.
kan ga mungkin naik bus ya, soalnya jalannya kecil banget, nanjak, dan berbatu. kemungkinan licin juga.
karenanya, akhirnya HerStories bisa foto lengkap bersebelas! yey!
singkat cerita, akhirnya mereka yang pergi ke kebun teh pun sudah kembali.
dan tiba-tiba, Arul membawa cerita dan menceritakannya pada para ciway termasuk gue.
"eh gue tadi liat Aby ngeliatin kaya pondok gitu, disitu ada orang lagi bucin. ngeliatinnya gitu banget lagi, kan gue takut dia aneh-aneh ya, tau sendiri dia gitu.
gue giniin, "By jangan diliatin mulu", tapi dia diem aja.
eh terus palanya dipukul Sukron anjir wkwkwkwkwk baru deh dia nyadar"
"eh tolonglah itu dikondisikan, baru nyampe Jember sehari aja udah begitu, gimana besok-besok....."
..............................................
18.30 WIB
sampailah kami di sebuah penginapan, tepatnya di sebuah hotel yang terletak di pusat kota Jember.
kami segera memasuki kamar masing-masing yang sudah ditetapkan sebelumnya.
gue sendiri satu kamar sama Tirza sama Eva, dan di dalam kamar itu tersedia 3 spring bed buat masing-masing dari kami, sama 1 sofa kecil gitu deh.
juga ada kaca panjang, meja panjang, sama 1 unit TV disitu.
begitu masuk kamar, rapihin barang bawaan, abis itu langsung rebahan.
"gila enak banget rebahan......"
rebahan sejenak, kemudian bergegas melaksanakan shalat maghrib.
setelahnya.....
"Dhes makan yuk"
"mager Tir, tapi gue laper"
"ambil makan aja terus makannya di kamar"
"hah emang boleh?"
"boleh"
"yaudah yuk"
kemudian kami keluar menuju tempat makan, dengan kondisi seadanya.
gue jalan kesana dengan jilbab cuma dililit doang ga dipenitiin, jadi lehernya keliatan dikit gitu.
untung gaada yang ngeh hahahaha.
terus gue berdua Tirza ngambil makanan deh, sekalian ngambilin buat Eva juga di kamar.
abis itu, kami balik lagi ke kamar.
ga lama, terus ciway bersebelas dateng ke kamar gue, Tirza, sama Eva.
ngobrol ghibah cekikikan deh kita, sambil makan sama nonton TV.
sekira jam 11 atau setengah 12 malem, mereka balik ke kamar masing-masing.
gue sendiri disitu juga udah ngerasa capek pengen tidur, begitu pula dengan Tirza sama Eva.
akhirnya Eva matiin lampu kamar tuh.
pas kita mau tidur, tiba-tiba telepon kamar hotel berdering. kebetulan posisi teleponnya persis di deket tempat tidur gue.
gue angkat deh itu.
"ya halo, ada yang bisa saya bantu?"
"halo, apa ini dengan Ibu Dhesta?"
gue diem dulu bentar. terus gue mikir, mbatin gitu,
"ah ini mah suara Arul anjir males banget gue....."
"dia bisa dapet nomor telepon kamar ini dari mana sih"
dan setelah gue cari-cari ternyata di sebelah telepon itu gue nemu ada kumpulan nomor darurat sama nomor telepon masing-masing kamar yang tertulis di secarik kertas berdesain yang udah dilaminating.
pantesan.
"bodo amat rul gue pengen tidur ah ngapain sih lu, tidur sana, ga cape apa lu"
"HAHAHAHAHAHHAHAHA"
"dih gajelas dasar"
terus gue matiin langsung teleponnya. ditanya Tirza abis itu.
"siapa Dhes?"
"Arul. biasa iseng."
"yailah"
terus Tirza bilang sebelum tidur.
"good night Dhesta, good night Eva. have a sweet dream!"
"asik asik makasih Tir, lu juga ya"
"gue tau lu pada gaada yang ngucapin good night kan, makanya mending gue aja yang ngucapin hahahaha"
"yeu"
"y Tir, y."
------------------------------------------------------
Selasa, 24 Juli 2018, 05.20 WIB
ternyata dari seisi kamar baru gue doang yang bangun.
yaudah, akhirnya gue mandi, shalat, dan siap-siap duluan sebelum antri kamar mandi hehehe
berangkatnya baru nanti jam 8 sih, tapi gaada salahnya kan gue siap-siap duluan?
sengaja gue ga hidupin dulu lampu kamar biar mereka ga terganggu.
lagian udah biasa aja gitu gue gelap-gelapan, lebih enak dan damai aja gitu rasanya daripada kalau kamarnya terang.
gue biasanya gitu juga soalnya selama di rumah atau di kosan hehehehe
pas gue keluar kamar mandi, ternyata mereka berdua udah bangun.
yaudah, akhirnya gantian deh.
abis sholat baru gue hidupin lampu kamar.
sekira jam setengah 7, kita bertiga udah siap semua, tinggal sarapan sama nunggu berangkat aja.
selesai pada meap, cek WA, ternyata yang lain udah pada sarapan di pinggir kolam renang.
akhirnya kami nyusul tuh kesana.
pas lagi sarapan disitu kami menyadari bahwa cahaya matahari di pinggir kolam renang bagus banget.
akhirnya futu futu deeey.
kebiasaan.
...........................................
09.00 WIB
sampailah kami di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember!
disana kami dari pihak UI disambut dengan hangat oleh pihak Unej (bukan Unjem ya monmaap, apalagi sampe ada tambahan 'Utara' nya.)
disana, biasalah, ada pemaparan dari kedua belah pihak baik dari Departemen Ilmu Sejarah UI maupun dari Prodi Ilmu Sejarah Unej.
abis itu, presentasi demi presentasi mulai berseliweran dan gue catetin aja apa yang dirasa penting.
dapet nasi kotak, satu.
............................................................
11.30 WIB
jalan dikit, sampailah kami ke sebuah pusat penelitian di Unej. lupa namanya apa :(
gue persingkat aja, jadi disana kami mendapat paparan tentang sejarah perkebunan di Jember secara lebih detail.
dapet nasi kotak, satu.
totalnya jadi 2.
begitu naik bus, ada lagi nasi kotak.
total 3.
nice n very gud.
karena laper, gue makan satu nasi kotak yang ternyata isinya nasi gudeg.
enak banget!
(emang gue suka banget gudeg sih soalnya, makanya bisa ngomong enak. tapi beneran enakkk guuuyyysss beda gitu rasanya sama gudeg pada umumnya hahahaha)
..................................................
16.30 WIB
sampailah kami di Pantai Tanjung Papuma Jember!
begitu turun, subhanallah indah banget pantai Papuma sore-sore.
mana di Papuma lebih didominasi warna ungu ke pink-pink an pula.
pasirnya juga agak putih warnanya.
bagus banget!
kalian yang ke Jember, harus wajib mesti kudu dateng kesana sore-sore!
kalau ga salah liat, beberapa orang baik dosen maupun mahasiswa ada yang wawancarain nelayan disana.
gue sendiri lebih memilih buat foto-fotoin pantai aja. aesthetic soalnya ceu.
toh gue juga dapetnya bagian ngedokumentasiin aja, jadi santai. hahaha.
ketika gue lagi asik-asik ngefoto, tiba-tiba gue ngeliat Salma lari menjauhi lautan.
dalem hati,
"lah kenapa nih Salma lari larian".
pas gue liat lagi, ternyata Dela kena ombak pantai ges.
dia kena ombak juga gitu lagi posisinya, sambil ngangkat hpnya dan dia diem doang. cengo gitu.
jujur aja awalnya gue panik kan, anjir kok bisa-bisanya Dela kena ombak begitu. untung aja ga keseret lu, horor woi kalo sore-sore keseret ombak pantai terus ga balik :(
eh ga lama kemudian, semuanya malah ketawa.
"HAHAHAHAHHAHAHA"
"idih kok bisa kena ombak kea gitu dah lu"
"aduh Dela...."
"yah basah-basahan sendirian dah lu Del"
yaudah gue ikutan ketawa akhirnya wkwkwkwkwkwk
......................................
18.00 WIB
setelah dari Papuma, kami berhenti di salah satu tempat yang jual rawon yang katanya terenak di Jember. lupa juga gue namanya apa :(
kami makan rawon disana.
berhubung gue doyan banget sama rawon (bahkan gue berani menjadikan rawon sebagai makanan favorit nomor 1 gue), beberapa temen gue yang rawonnya ga habis langsung aja gue habisin.
enak banget ges, walau gue akui kluwaknya agak kurang sedikit ketimbang di rawon yang biasa mbah gue bikin kalau gue lagi di rumah.
disitu, ada beberapa insiden.
pertama, insiden kerupuk.
dimana Dela sama Rania nanya tambahan kerupuk ke mas-mas Navigatour, lupa namanya siapa.
ujung-ujungnya mereka dibayarin apa ya kalo ga salah.
kedua, insiden kekencengan ngomong.
ini dialami oleh Eva, pas kita-kita lagi ghibah.
gue lupa gimana awalnya, yang jelas tiba-tiba Eva ngomongin Mas Didik.
dia ngomongnya kenceng banget, pas banget disitu lagi rada hening gitu kan, sehingga Mas Didik dan beberapa dosen lainnya yang kebetulan mejanya berdekatan sama kita pun langsung nengok ke arah Eva.
"eh anjir anjir Mas Didik denger ya"
"HAHAHAHHAHAHA"
"va tahan va"
"hayolo diblacklist dari KKM lu va"
"hayolo va auto D lu nanti"
"hayolo va"
"kenceng banget lu va ngomongnya"
dan Eva masih ketakutan sampai kami kembali ke penginapan.
.........................................
19.45 WIB
sesampainya di penginapan kami bingung gimana caranya ngabisin nasi kotak yang didapat banyak banget hari ini.
walau ujung-ujungnya bisa habis juga kemudian.
tak lama, beberapa ciway datang dan membawa cerita.
"sumpah dah di kamar Dela sama Salma isinya pasir semua HAHAHAHA"
"bawaan Dela dari Papuma tuh ya"
"jelas laaah"
"udah gitu kocak dah, harusnya kan yang nyapuin pasir kan mbak-mbak cleaning service ya, ini malah Salma yang nyapuin. terus Salma bilang 'udah mbak biar saya aja yang nyapuin'. asli ngakak"
"HAHAHAHHAHA"
"Salma doang dah emang, udah biarin aja udah"
''lu harus tau masa tadi pagi sebelum berangkat si Rania gabisa nyalain shower wc toilet padahal ada kerannya di bawah tinggal diputer doang"
"lah terus ceboknya gimana?"
"pake cawan yg buat kumur-kumur di wastafel"
"manual gitu ngambilnya?"
"iya lah"
cukup lama kita nunggu sampe disuruh check in.
sambil nunggu, kita ngobrol-ngobrol tuh.
apa aja diobrolin, mulai dari tampilan Arul yang saat itu mirip Bowo "TikTok" Alpenliebe, Sukron yang tidur gelar jaket di lantai bandara, sampe pilot atau pramugari lewat pun ikut diomongin.
.................................
02.40 WIB
akhirnya, kami mulai check in.
dan disinilah, kebodohan seorang Dhesta muncul.....
"segera siapkan tiket dan KTP kalian ya untuk dilakukan pengecekan"
terus gue keinget,
"eh KTP gue di tas, tasnya mau ditaro di bagasi! aduh mati gue"
gue langsung lari ke tempat kumpulan tas-tas yang mau ditaro di bagasi. beberapa tas udah diangkut juga pas gue liat disana.
tapi pas gue liat tas gue belum diapa-apain, gue langsung aja nyerobot mas-masnya.
"sebentar mas, dompet saya ketinggalan"
"ya silakan silakan"
pas gue balik lagi ke tempat tadi, tiba-tiba ada seorang dosen ngasih pengumuman.
"dompet jangan ditaruh di bagasi ya"
HAHAHAHAAHHAHAHAHA malu banget asli, makasih loh mas atas pengumumannya :)))))))
abis itu gue diledekin orang-orang gara-gara itu. :)
....................
sekitar jam 3an, lupa pastinya jam 3 lewat berapa.
semua udah ada di dalam pesawat.
gue sebenernya kebagian duduk di kursi nomor 19B, tapi gue pengennya di deket jendela. kebetulan yang harusnya duduk disitu tuh anak S2.
gue minta izin buat tukeran tempat duduk dan dia menyanggupi, nampaknya dengan senang hati karena nantinya dia bisa sebelahan sama sesama anak S2 yang duduk di kursi 19C.
akhirnya, kami tukeran tempat duduk.
baru aja gue duduk di kursi deket jendela, tiba-tiba gue dicolek Eza dari belakang.
"heh apa apaan lu Dhes tukeran tempat duduk, balik lu!"
"lah suka-suka gue dong, toh mbaknya juga mau kok tukeran sama gue"
"ga ga ga, apaan lu"
Eva yang ada di sebelah Eza, dan kebetulan duduknya juga di samping jendela, ikut ketawa.
ga lama, lampu pesawat pun meredup. perlahan namun pasti.
".......Selamat datang kepada tim Departemen Ilmu Sejarah Universitas Indonesia. Terima kasih telah menggunakan moda transportasi Citilink......"
dan akhirnya kita berangkat ke Surabaya!
......................................
05.45 WIB
sampailah kami di Bandara Juanda, Surabaya!
"halo, Surabaya!" ucap gue dalam hati.
se-excited itu gue dateng ke Surabaya, karena sekarang pake pesawat gue datengnya. baru pertama kali seumur hidup!
soalnya biasanya gue ke Surabaya kalo ga naik kendaraan bermotor ya naik kereta api.
setelah kami semua berkumpul di satu titik, salah satu dosen bacain pembagian kelompok KKM dan pembagian bus.
abis itu, semua naik ke bus yang udah dikasih tau tadi, daaaan akhirnya kami pergi ke Jember!
....................................
09.35 WIB
gue terbangun dari tidur. cukup lama ya kayanya gue tertidur di dalem bus.
pas gue amati sekeliling, sepi. kaya gaada tanda-tanda kehidupan. yang kedenger cuma suara bus jalan doang.
semua masih pada terbuai dalam mimpi, alias masih pada bubu cans atau bubu gans.
sembari nurunin masker yang tadinya nutupin mulut, yaudah, gue main hp aja.
ga lupa gue masang earphone, terus puter lagu-lagu yang ada di playlist favorit. abis itu lanjut cek sosmed.
beuh, damainya hidup.
cukup lama gue main hp, terus pas gue liat sekeliling dan ternyata udah pada bangun, gue matiin hp dan lepas earphone.
terus gue denger beberapa ada yang minta karaokean di dalem bus.
rata-rata minta lagunya Chrisye, HiVi, Tulus, gitu-gitu deh.
yang pegang mic di bus gue ada Rania, Lintang, sama Aby.
wah serius, untuk pertama kalinya disitu gue liat Aby nyanyi hahahahaha.
sama Lintang pulak.
mana disitu nyampur sama dosen sama anak-anak S2 dan S3 juga.
hiburan banget.
...................................................
11.30 WIB
akhirnya sampailah kita di tempat tujuan pertama, tepatnya di kawasan Gunung Gambir, Jember.
udara dingin nampak berhasil merasuk dalam kalbuku.
"untung gue pake jaket sama kaos kaki. dingin banget heuuuu"
sesuai tujuan utama kami pergi ke Jember yaitu untuk menggali sejarah wilayah Jember, dan topiknya lebih berfokus ke sejarah perkebunan, kami dikumpulkan di sebuah rumah yang teduh banget tapi lantainya dingin banget luar biasa menurut gue, dan disitu mulailah disampaikan sejarah tentang kawasan Gunung Gambir, lebih ke perkebunan teh nya sih.
gue catetlah semua di buku catatan gue.
pas keluar, gue sempet foto-foto di sekitar situ sama ciway ciway.
semua cewe ga ikut pergi ke atas, ke kebun teh, karena keterbatasan alat transportasi buat naik kesana.
kan ga mungkin naik bus ya, soalnya jalannya kecil banget, nanjak, dan berbatu. kemungkinan licin juga.
karenanya, akhirnya HerStories bisa foto lengkap bersebelas! yey!
singkat cerita, akhirnya mereka yang pergi ke kebun teh pun sudah kembali.
dan tiba-tiba, Arul membawa cerita dan menceritakannya pada para ciway termasuk gue.
"eh gue tadi liat Aby ngeliatin kaya pondok gitu, disitu ada orang lagi bucin. ngeliatinnya gitu banget lagi, kan gue takut dia aneh-aneh ya, tau sendiri dia gitu.
gue giniin, "By jangan diliatin mulu", tapi dia diem aja.
eh terus palanya dipukul Sukron anjir wkwkwkwkwk baru deh dia nyadar"
"eh tolonglah itu dikondisikan, baru nyampe Jember sehari aja udah begitu, gimana besok-besok....."
..............................................
18.30 WIB
sampailah kami di sebuah penginapan, tepatnya di sebuah hotel yang terletak di pusat kota Jember.
kami segera memasuki kamar masing-masing yang sudah ditetapkan sebelumnya.
gue sendiri satu kamar sama Tirza sama Eva, dan di dalam kamar itu tersedia 3 spring bed buat masing-masing dari kami, sama 1 sofa kecil gitu deh.
juga ada kaca panjang, meja panjang, sama 1 unit TV disitu.
begitu masuk kamar, rapihin barang bawaan, abis itu langsung rebahan.
"gila enak banget rebahan......"
rebahan sejenak, kemudian bergegas melaksanakan shalat maghrib.
setelahnya.....
"Dhes makan yuk"
"mager Tir, tapi gue laper"
"ambil makan aja terus makannya di kamar"
"hah emang boleh?"
"boleh"
"yaudah yuk"
kemudian kami keluar menuju tempat makan, dengan kondisi seadanya.
gue jalan kesana dengan jilbab cuma dililit doang ga dipenitiin, jadi lehernya keliatan dikit gitu.
untung gaada yang ngeh hahahaha.
terus gue berdua Tirza ngambil makanan deh, sekalian ngambilin buat Eva juga di kamar.
abis itu, kami balik lagi ke kamar.
ga lama, terus ciway bersebelas dateng ke kamar gue, Tirza, sama Eva.
ngobrol ghibah cekikikan deh kita, sambil makan sama nonton TV.
sekira jam 11 atau setengah 12 malem, mereka balik ke kamar masing-masing.
gue sendiri disitu juga udah ngerasa capek pengen tidur, begitu pula dengan Tirza sama Eva.
akhirnya Eva matiin lampu kamar tuh.
pas kita mau tidur, tiba-tiba telepon kamar hotel berdering. kebetulan posisi teleponnya persis di deket tempat tidur gue.
gue angkat deh itu.
"ya halo, ada yang bisa saya bantu?"
"halo, apa ini dengan Ibu Dhesta?"
gue diem dulu bentar. terus gue mikir, mbatin gitu,
"ah ini mah suara Arul anjir males banget gue....."
"dia bisa dapet nomor telepon kamar ini dari mana sih"
dan setelah gue cari-cari ternyata di sebelah telepon itu gue nemu ada kumpulan nomor darurat sama nomor telepon masing-masing kamar yang tertulis di secarik kertas berdesain yang udah dilaminating.
pantesan.
"bodo amat rul gue pengen tidur ah ngapain sih lu, tidur sana, ga cape apa lu"
"HAHAHAHAHAHHAHAHA"
"dih gajelas dasar"
terus gue matiin langsung teleponnya. ditanya Tirza abis itu.
"siapa Dhes?"
"Arul. biasa iseng."
"yailah"
terus Tirza bilang sebelum tidur.
"good night Dhesta, good night Eva. have a sweet dream!"
"asik asik makasih Tir, lu juga ya"
"gue tau lu pada gaada yang ngucapin good night kan, makanya mending gue aja yang ngucapin hahahaha"
"yeu"
"y Tir, y."
------------------------------------------------------
Selasa, 24 Juli 2018, 05.20 WIB
ternyata dari seisi kamar baru gue doang yang bangun.
yaudah, akhirnya gue mandi, shalat, dan siap-siap duluan sebelum antri kamar mandi hehehe
berangkatnya baru nanti jam 8 sih, tapi gaada salahnya kan gue siap-siap duluan?
sengaja gue ga hidupin dulu lampu kamar biar mereka ga terganggu.
lagian udah biasa aja gitu gue gelap-gelapan, lebih enak dan damai aja gitu rasanya daripada kalau kamarnya terang.
gue biasanya gitu juga soalnya selama di rumah atau di kosan hehehehe
pas gue keluar kamar mandi, ternyata mereka berdua udah bangun.
yaudah, akhirnya gantian deh.
abis sholat baru gue hidupin lampu kamar.
sekira jam setengah 7, kita bertiga udah siap semua, tinggal sarapan sama nunggu berangkat aja.
selesai pada meap, cek WA, ternyata yang lain udah pada sarapan di pinggir kolam renang.
akhirnya kami nyusul tuh kesana.
pas lagi sarapan disitu kami menyadari bahwa cahaya matahari di pinggir kolam renang bagus banget.
akhirnya futu futu deeey.
kebiasaan.
...........................................
09.00 WIB
sampailah kami di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember!
disana kami dari pihak UI disambut dengan hangat oleh pihak Unej (bukan Unjem ya monmaap, apalagi sampe ada tambahan 'Utara' nya.)
disana, biasalah, ada pemaparan dari kedua belah pihak baik dari Departemen Ilmu Sejarah UI maupun dari Prodi Ilmu Sejarah Unej.
abis itu, presentasi demi presentasi mulai berseliweran dan gue catetin aja apa yang dirasa penting.
dapet nasi kotak, satu.
............................................................
11.30 WIB
jalan dikit, sampailah kami ke sebuah pusat penelitian di Unej. lupa namanya apa :(
gue persingkat aja, jadi disana kami mendapat paparan tentang sejarah perkebunan di Jember secara lebih detail.
dapet nasi kotak, satu.
totalnya jadi 2.
begitu naik bus, ada lagi nasi kotak.
total 3.
nice n very gud.
karena laper, gue makan satu nasi kotak yang ternyata isinya nasi gudeg.
enak banget!
(emang gue suka banget gudeg sih soalnya, makanya bisa ngomong enak. tapi beneran enakkk guuuyyysss beda gitu rasanya sama gudeg pada umumnya hahahaha)
..................................................
16.30 WIB
sampailah kami di Pantai Tanjung Papuma Jember!
begitu turun, subhanallah indah banget pantai Papuma sore-sore.
mana di Papuma lebih didominasi warna ungu ke pink-pink an pula.
pasirnya juga agak putih warnanya.
bagus banget!
kalian yang ke Jember, harus wajib mesti kudu dateng kesana sore-sore!
kalau ga salah liat, beberapa orang baik dosen maupun mahasiswa ada yang wawancarain nelayan disana.
gue sendiri lebih memilih buat foto-fotoin pantai aja. aesthetic soalnya ceu.
toh gue juga dapetnya bagian ngedokumentasiin aja, jadi santai. hahaha.
ketika gue lagi asik-asik ngefoto, tiba-tiba gue ngeliat Salma lari menjauhi lautan.
dalem hati,
"lah kenapa nih Salma lari larian".
pas gue liat lagi, ternyata Dela kena ombak pantai ges.
dia kena ombak juga gitu lagi posisinya, sambil ngangkat hpnya dan dia diem doang. cengo gitu.
jujur aja awalnya gue panik kan, anjir kok bisa-bisanya Dela kena ombak begitu. untung aja ga keseret lu, horor woi kalo sore-sore keseret ombak pantai terus ga balik :(
eh ga lama kemudian, semuanya malah ketawa.
"HAHAHAHAHHAHAHA"
"idih kok bisa kena ombak kea gitu dah lu"
"aduh Dela...."
"yah basah-basahan sendirian dah lu Del"
yaudah gue ikutan ketawa akhirnya wkwkwkwkwkwk
......................................
18.00 WIB
setelah dari Papuma, kami berhenti di salah satu tempat yang jual rawon yang katanya terenak di Jember. lupa juga gue namanya apa :(
kami makan rawon disana.
berhubung gue doyan banget sama rawon (bahkan gue berani menjadikan rawon sebagai makanan favorit nomor 1 gue), beberapa temen gue yang rawonnya ga habis langsung aja gue habisin.
enak banget ges, walau gue akui kluwaknya agak kurang sedikit ketimbang di rawon yang biasa mbah gue bikin kalau gue lagi di rumah.
disitu, ada beberapa insiden.
pertama, insiden kerupuk.
dimana Dela sama Rania nanya tambahan kerupuk ke mas-mas Navigatour, lupa namanya siapa.
ujung-ujungnya mereka dibayarin apa ya kalo ga salah.
kedua, insiden kekencengan ngomong.
ini dialami oleh Eva, pas kita-kita lagi ghibah.
gue lupa gimana awalnya, yang jelas tiba-tiba Eva ngomongin Mas Didik.
dia ngomongnya kenceng banget, pas banget disitu lagi rada hening gitu kan, sehingga Mas Didik dan beberapa dosen lainnya yang kebetulan mejanya berdekatan sama kita pun langsung nengok ke arah Eva.
"eh anjir anjir Mas Didik denger ya"
"HAHAHAHHAHAHA"
"va tahan va"
"hayolo diblacklist dari KKM lu va"
"hayolo va auto D lu nanti"
"hayolo va"
"kenceng banget lu va ngomongnya"
dan Eva masih ketakutan sampai kami kembali ke penginapan.
.........................................
19.45 WIB
sesampainya di penginapan kami bingung gimana caranya ngabisin nasi kotak yang didapat banyak banget hari ini.
walau ujung-ujungnya bisa habis juga kemudian.
tak lama, beberapa ciway datang dan membawa cerita.
"sumpah dah di kamar Dela sama Salma isinya pasir semua HAHAHAHA"
"bawaan Dela dari Papuma tuh ya"
"jelas laaah"
"udah gitu kocak dah, harusnya kan yang nyapuin pasir kan mbak-mbak cleaning service ya, ini malah Salma yang nyapuin. terus Salma bilang 'udah mbak biar saya aja yang nyapuin'. asli ngakak"
"HAHAHAHHAHA"
"Salma doang dah emang, udah biarin aja udah"
''lu harus tau masa tadi pagi sebelum berangkat si Rania gabisa nyalain shower wc toilet padahal ada kerannya di bawah tinggal diputer doang"
"lah terus ceboknya gimana?"
"pake cawan yg buat kumur-kumur di wastafel"
"manual gitu ngambilnya?"
"iya lah"
"demi apa sih Ran astaghfirullah HAHAHAHHAHA"
"nanya-nanya dulu ege Ran makanya:((("
beberapa saat kemudian, ada ciway gue lupa siapa, nawarin beli jus via grup WA.
"eh ada yang mau beli jus nggak?"
"MAU MAUUUU"
"adanya jus apa?"
(si yg nawarin sent a photo, foto menu jusnya gt ceritanya)
orang-orang yang di kamar termasuk gue :
"anjirla demiapa cuma gocengggg"
"ih murah bangettt"
"gue mau jambu ya"
"gue stroberi"
"gue mangga"
"gue alpukat ya" (ini gue gais btw, maklum cinta banget sama jus alpukat hahaha)
"gue juga jambu deh"
*ngetik pesenan di grup WA*
"okeee"
ga lama, yang beli jus ke luar udah dateng lagi ke kamar gue, dan ternyata mereka sekalian beli jajanan minimarket gitu. lumayan banyak tuh gue liat-liat.
akhirnya, kami makan bareng di kamar.
(overheard abt jus barusan, karena gue fokus nikmatin itu jus,)
"jusnya enak woooi"
"iya anjir, ini juga ketauan gulanya gula beneran"
"beda banget ama jus kansas harganya 10rb keatas, mana dapet jus goceng di kansas hahaha"
"airnya juga ga kebanyakan, pas gitu takarannya"
"mana murah banget cuma goceng"
"emang the best banget deh jus jember"
Jus Jember. oke siap.
------------------------------------------------------
Rabu, 25 Juli 2018, 05.00 WIB
kayanya karena selama ini gue kebiasaan bangun jam 5, gue bangun selalu di sekitaran jam 5 ya.
padahal gue sengaja nyetel alarm jam setengah 6 biar bangunnya paling nggak deketan jarak waktunya sama yang lain ya, eh tetep aja gue bangunnya jam 5an :)
dan seperti kemarin, gue bangun paling awal dari seisi kamar yang lain.
gue melanjutkan aktivitas gue sebelum berangkat, ya sama aja kaya kemarin.
ngobrol, sarapan, ngobrol, siap-siap, berangkat deh.
...................................................
09.30 WIB
sampailah kami di Museum Tembakau Jember!
setelah mendapat pemaparan mengenai sejarah perkebunan tembakau di Jember, kami diajak berkeliling ke dalam museum tersebut.
satu poin yang gue tangkep dari pemaparan itu dan masih membekas hingga kini adalah,
"sebenarnya merokok itu tidak berbahaya, asal takarannya bener aja ga berlebihan. bahkan rokok sendiri bisa digunakan untuk mengobati beberapa penyakit"
dan itu beneran ada data yang mereka tampilkan, sehingga gue bisa percaya sama pernyataan yang pihak museum lontarkan saat itu.
begitu masuk ke dalam museum itu, aroma tembakau menyeruak seketika.
tapi disana beda. ini aroma tembakaunya tuh lebih ke menenteramkan gitu loh, beda sama aroma tembakau rokok yang biasa gue jumpai pada umumnya di kota, yang beberapa malah bikin batuk gue rasa.
mungkin karena yang di museum tembakau ga pake campuran apa apa kali ya.....
/duh jadi pengen nyoba. hahahahahhahaha./
/heh Dhes, kalo lu ngerokok beneran terus ketauan ortu bisa-bisa dicoret lu dari KK./
/bukan, maksudnya rokok yang ada di museum itu aja hehe../
/gak. sama aja./
seperti biasa, di dalem museum itu gue ngambil foto dan ngambil beberapa footage video pake hp untuk keperluan laporan KKM kalau sewaktu-waktu beneran diminta.
sebenernya ini juga udah gue terapkan sejak awal dateng ke destinasi pertama (Gunung Gambir) sih.
disana gue juga ngeliat rokok-rokok jadul yg mereknya kaya Airlangga, Brawijaya, dst, yang begitu gue liat harganya bisa nyampe 50-60rb an sendiri buat satu bungkusnya yang isinya ga nyampe 10 batang :))
gue juga sempet nyium aroma tembakau langsung dari tembakau aslinya disana, dan ternyata candu ges candu yaampoooonnnnnn enak bangetttt!
serasa pengen bawa pulang tembakaunya aja tapi ga boleh sih ya katanya :(
hm ya yaudahlah ya
..........................................................
12.30 WIB
sampailah kami di Museum Kereta Api Bondowoso!
jadi Museum KA Bondowoso ini dulunya merupakan stasiun kereta api yang sempet aktif (sekarang udah nonaktif) yang mulai ditutup sekitar tahun 2004 dan mulai dibuka kembali pada 2016 sebagai museum kereta api.
di dalamnya ada macem-macem barang-barang langka seputar kereta api mulai dari miniatur lokomotif sampai tiket jadul, lengkap dengan sejarahnya.
agak kecil sih museum dan stasiunnya, tapi tetep bagus kok.
dan disitu ada aja beberapa orang yang iseng nanya,
"Dhes balik ke Blora dari sini bisa nggak?"
"ya kalo stasiunnya nonaktif gabisa naik dari sini dong bambanggg. "
dan disini juga, gue kehilangan kancing jakun gue. 3 sekaligus dari total seharusnya 4 kancing jakun.
beruntungnya 2 kancing berhasil gue temuin. tapi yang satu lagi ga ketemu.....
akhirnya gue berusaha untuk mengikhlaskan dan menerima kalau emang gue harus beli kancing jakun seharga 100rb/4 kancing di koperasi PPMT UI.
sangat sangat tidak worth to buy, mahal banget :(
tapi ternyata pas udah jalan bus nya, Maitsa ngasih tau kalau dia nemuin satu kancing jakun dan dia nanya di grup besar WA KKM.
gue langsung aja samperin Maitsa buat ambil kancing gue.
makasih Maaai! ga perlu keluar duit 100rb deh gue yey!
.................................
15.00 WIB
Lereng Gumitir, Jember. berbatasan dengan Banyuwangi.
sempet ke perkebunan kopi juga, lengkap sama petani-petaninya disana.
alhasil, rekam video lagi, ngefoto lagi, wawancara lagi.
tapi yang wawancara bukan gue :)
kemudian kami pergi ke pabrik pembuatan kopi, setelah itu kami turun ke terowongan Mrawan atau biasa dibilang Mrawan Train Tunnel, sebuah terowongan sarat sejarah yang ternyata masih aktif dan dilalui beberapa kereta api yang kalo ga salah bertujuan Banyuwangi, Jember, Malang, bahkan Surabaya.
ada lagi yang iseng, dan banyak yang nanya gini,
"Dhes baliknya lewat sini nggak?"
oh tentu tidak bung-bung dan nona-nona, keretaku kan beda jalur.
kecuali kalau tujuan gue ke seputaran 4 daerah yang gue sebutin tadi, baru deh gue lewat sini.
.................................................
17.00 WIB
akhirnya, kami memutuskan untuk kembali ke penginapan.
pas otw penginapan, bus gue sempet berhenti cukup lama karena mau ada kereta lewat.
terus disitu ada Lintang, gue bisa bilang kalau dia adalah seorang railfan akut karena dia secinta itu sama kereta. mulai dari ringtone hp nya suara klakson kereta, wallpaper hpnya juga gambar kereta, sampe dia pun juga berencana ngambil topik skripsi tentang perkeretaapian era kolonial.
nah begitu ada kereta lewat dia langsung lari ke depan bus dan mengabadikannya dalam bentuk video lewat hpnya.
gue merhatiin sebentar, terus gue lanjut ngeliat kereta lewat itu dari jendela. tampak yg lewat saat itu KA Logawa, entah arahnya dari mana ke mana ga begitu ngeh.
sambil berujar dalam hati,
"besok gue sendirian yg lanjut naik kereta sementara yg lain balik jkt semua pake pesawat, gimana rasanya ya..."
.............................................................
20.30 WIB.
sampailah kembali kami di penginapan.
ini malam terakhir kami berada di penginapan, sebelum kami harus pulang di keesokan harinya.
malam itu, kami ga langsung rebahan dulu begitu nyampe, karena kami semua baik mahasiswa S1 sampai S3 beserta dosen harus ngumpul di satu ballroom untuk evaluasi kegiatan KKM.
"ya semoga gue beserta kelompok gue dimudahkan buat bikin laporannya nanti deh ya"
------------------------------------------------------
Kamis, 26 Juli 2018, 05.00 WIB
seperti biasa, bangun duluan dan beberes duluan, mastiin gaada yang ketinggalan sebelum pulang.
sebelum pulang, seperti biasa foto-foto dulu.
kebiasaan emang.
sambil sarapan.
terus kami bertiga, gue, Eva, dan Tirza 'say goodbye' ke kamar penginapan yang kita tempatin dengan foto-foto di kamar itu.
semoga kita bisa berjumpa lagi di lain kesempatan!
...................................
09.30 WIB
sampailah kami di destinasi terakhir, Puslitkoka Jember!
sesuai namanya, disana gue banyak menjumpai perkebunan kopi dan kakao, lengkap dengan info-infonya.
dan disana juga ada rusa!
tapi rusa-rusanya lagi pada kotor abis kena lumpur :(
disana, gue beli coklat Jember.
kenapa coklat Jember? karena dibuatnya di Jember.
hahahaha apaan sih dhes.
plus, tadi gue sempet liat proses pembuatannya kan, dari mulai coklat masih pahit sampe yang udah dikasih tambahan susu.
waktu coklatnya masih pahit, sebenernya ya emang pahit sih cuma entah kenapa dia nagih gitu menurut gue.
pahit, tapi nagih. kaya apa ya ges?
kaya..... udah mendam rasa ke dia nih ya tapi selama ini dia ga ngeh, dan ternyata dia malah sama yang lain. tapi bodohnya lu masih aja mau mikirin dia karena mikirin dia adalah sesuatu yang dirasa candu sekali.
ya nggak? :)
agak bodoh ga sih alesannya? hahahaha
/plz dhes don't be a sadgirl :( jangan kea temen-temen lu yang lain ok?/
/makanya, berharap tuh sama Allah. jangan sama ciptaannya doang/
hidup tuh ga melulu harus dihiasi dengan kisah asmara kok.
santuy.
oke, kembali ke topik.
gue beli coklat Jember sengaja rada banyakan, ya itung-itung buat keluarga di rumah sekalian buat gue ngemil di rumah nanti.
gue iseng makan satu. ternyata enak, nagih!
karena takut coklatnya abis ama gue sendiri, gue langsung taro aja di tas, ga bakal itu gue makan lagi sampe gue nyampe rumah.
..............................................
15.00 WIB
selesai dari Puslitkoka, kami langsung otw Bandara Juanda, Surabaya.
dalem hati,
"makasih Jember atas 4 harinya, semoga kita bisa berjumpa lagi di lain waktu!"
di tengah perjalanan, pas bus nya lagi berhenti sejenak karena banyak yang mau ke kamar kecil buat buang hajat, terjadilah suatu insiden tidak mengenakkan.
kalau ga salah liat, busnya lagi berhenti di daerahan Lumajang.
ternyata Rania mecahin lampu yang dijual di minimarket sebuah ponpes disana.
"eh Sal gimana nih gue mecahin lampu....."
"yah Ran gimana Ran"
"mana duit gue ga cukup lagi buat gantiin"
kemudian datanglah Mbak Linda, dan beliau sanggup gantiin biaya lampu yang dipecahin Rania itu.
ini gue diceritain sama Salma ya, berhubung gue sebangku sama Salma dan Salma dateng-dateng langsung bawa struk pembayaran yang nominalnya sekitaran 40rb tapi dia ga bawa jajanan apa apa.
"lu beli apaan Sal kok jajanannya gaada tapi totalnya segitu?"
"ini Dhes, Rania mecahin lampu, (Salma ceritain kronologisnya panjang lebar)"
"WKWKWKWWKWKWKWK"
aduuuh ada ada aja deh ah, tinggal pulang doang juga ya :)
...........................................
18.30 WIB
sampailah kami di Bandara Juanda, Surabaya!
sesuai niat awal, gue gaakan ikut pesawat ke Jakarta bersama mereka.
kenapa?
karena Surabaya-Blora udah deket cuy. lu naik kereta cuma makan waktu 2 jam doang.
sedangkan kalo gue ikut pesawat ke Jakarta bersama mereka, kebayang kan berapa banyak lagi waktu dan uang yang harus gue keluarin?
jadi, pilihlah yang efektif dan efisien aja.
walaupun gue rugi tiket pesawatnya sih, tapi gapapa lah ya anggep aja amal :)
karena gue mau misah, gue izin dulu ke para dosen dan koordinator kegiatan KKM disana.
"malam Mas, Mbak. Saya izin meninggalkan bandara ya"
"lho, mau kemana? sebentar lagi kita check in lho"
"nggak Mas, maksudnya saya mau misah. Udah deket soalnya"
"oh memangnya kamu pulang ke mana?"
"ke Blora, Mas."
"oh Blora... Cepu bukan?"
"iya Mas, di daerah sana rumah saya tepatnya..."
"oh dulu saya pernah mengadakan penelitian disana, mungkin kalau kamu berminat bisa ambil topik penelitian tentang perminyakan disana untuk skripsi nanti....."
"iya Mas, saya juga ada kepikiran buat ambil itu kok"
"baik kalau kamu mau misah. hati-hati di jalan ya!"
"habis ini lanjut naik apa?"
"ke stasiun Mas, naik kereta."
"Surabaya Pasar Turi atau Surabaya Gubeng?"
"Pasar Turi, Mas"
"siapa namanya?"
"Dhesta"
"baik, saya data ya. hati-hati di jalan ya, Dhesta!"
"terima kasih Mas, Mbak"
abis itu, gue pamitan ke semua temen-temen sejarah 17.
"gais gue pulang ya"
"Dhestaaaaa....."
*meluk gue satu-satu. terharu gue disini geeees serius disitu air mataku mau jatuh tapi kutahan biar ga sedih berkepanjangan :(((*
"udah pesen tiket ke Blora, Dhes?"
"udah kok, sans"
"oh oke. kali aja belum, biar gue pesenin gitu"
"sa ae"
"hati-hati di jalan Dheessss"
"sampai ketemu bulan September ya Dhes"
"jangan lama-lama di Blora, kita-kita yang di Jakarta-Depok nunggu lu balik nih"
ga sengaja gue denger juga ada yang ngomong gini, gatau pastinya siapa tapi,
"ih Dhesta kok berani banget misah-misah gitu pulang sendiri, gue kalo jadi cewe atau jadi dia sih gue ga bakal berani"
yeu lucu deey kamu malih.
suda besar akutu, Insya Allah bisa jaga diri :)
akhirnya, gue pergi menjauh, misah dari mereka buat lanjut ke Stasiun Surabaya Pasar Turi.
"hati-hati Dhessss"
"siyap, tengkyu geeeees!"
.................................................
19.10 WIB
cukup lama gue berdiam diri di lain sisi bandara Juanda, yang letaknya cukup jauh dari tempat dimana anak-anak sejarah ngumpul sampe gue gabisa liat mereka dengan jelas.
sengaja gue duduk dulu. mayan berat juga soalnya bawa-bawa ransel satu doang aja.
gini aja udah berat ya, gimana kalau kemarin gue ikut-ikutan bawa 2 tas....
akhirnya, gue pesen ojol menuju Stasiun Surabaya Pasar Turi.
...............................
19.35 WIB
mas-mas ojol yang gue pesen pun dateng. kemudian kami berlalu meninggalkan Bandara Juanda untuk segera menuju Stasiun Surabaya Pasar Turi.
kemudian, mas-masnya membuka pembicaraan.
(beberapa sesi pembicaraan diomongin pake bahasa Jawa, namun untuk memudahkan pembaca jadi gue tulis pake bahasa Indonesia aja semua ya)
"mau pulang Mbak?"
"iya.."
"kemana?"
"Blora"
"tadi darimana abis dari bandara?"
"abis KKM Mas"
"wah sudah semester tua ya Mbak? semester berapa? lulusnya tahun ini atau tahun depan?"
"saya baru mau semester 3 Mas, belum tua..."
"wah berarti bisa lulus cepet nih Mbaknya"
"aamiin, doain aja Mas"
dikiranya gue KKN kali ya sama mas-masnya, padahal beda banget KKN sama KKM..........
"Mbak asli Blora?"
"iya, tapi gimana ya Mas saya juga bingung"
"bingung kenapa?"
"saya lahir di Blora, sekolah di Jakarta dari TK, terus SD 2 tahun di Blora, terus pindah dan lanjut sampe lulus SMA di Jakarta"
"kuliah di Jakarta juga?"
"iya, tapi sekeluarga udah pindah ke Blora dari awal saya kuliah"
"wah runyam juga ya. tapi Mbaknya bisa bahasa Jawa?"
"bisa Mas"
"wah okeeee, pakai bahasa Jawa saja ya Mbak"
"boleh Mas"
"Mbak sebelumnya sudah pernah ke Surabaya?"
"sudah Mas, tapi ga hafal jalannya saya"
"saya ajak keliling Surabaya gimana Mbak?"
disini gue mulai rada panik, jujur aja langsung terbersit sedikit rasa penyesalan kenapa gue jujur banget ngomong ke mas-masnya.
"em... gapapa Mas?"
"gapapa banget Mbak, poin saya udah lebih, ini Mbaknya penumpang terakhir kok"
"oh yaudah boleh deh Mas kalo gitu"
suasana hening seketika.
"Mbaknya nggak usah khawatir, ga usah mikir yang gimana-gimana. Saya sendiri sudah punya istri kok sama anak perempuan satu di rumah, masih kecil"
"iya Mas saya ga mikir yang gimana-gimana kok"
hening lagi, terus mas-masnya kembali membuka pembicaraan di tengah semi-macetnya kota Surabaya di malam itu.
"Surabaya emang gini Mbak, kadang suka macet. untung aja pas malem, bukan pas siang-siang"
"gapapa Mas, ga separah Jakarta kok"
"iya ya. ngomong-ngomong Mbak kuliah dimana di Jakarta?"
"di UI mas"
"wah UI, pinter banget dong ya Mbaknya"
"aamiin-in aja Mas hehehe"
"keponakan saya daftar di UI sampe bela-belain gapyear setahun ga dapet-dapet juga Mbak soalnya, sekarang dia di Unair nih. Susah banget ya Mbak dapet di UI?"
"ya gitu deh Mas"
"Mbaknya masuk lewat jalur apa, masuknya kapan?"
"SNMPTN mas, baru 2017 kemarin"
"tulis atau undangan Mbak itu?"
"undangan Mas, alhamdulillah"
"wah hebat, pasti nilai raportnya bagus-bagus itu.. kalau ga bagus ga mungkin sampai keterima di UI, yakin saya..."
"alhamdulillah Mas"
"jurusan apa Mbak?"
"Ilmu Sejarah"
"wah berarti nanti mau jadi sejarawan ya"
"semoga bisa Mas, mohon doanya aja"
"siap Mbak"
seneng banget, nampaknya mas-masnya ini orang baik.
dia satu-satunya orang asing yang baru ketemu bahkan, yang ga menjudge gue perihal pilihan gue masuk Sejarah.
semoga senantiasa dilancarkan rezekinya, Mas!
"sebenernya saya juga suka banget sama Sejarah, Mbak, tapi apa daya saya bukan orang berkecukupan jadi saya gabisa lanjut kuliah selepas SMA"
sumpah gue diem sediem-diemnya disitu. terenyuh banget sih, pasti. tapi gue gatau harus bales omongan apa ke mas-masnya.
setelah kebanyakan mikir karena bingung mau jawab apa, akhirnya disitu gue cuma sanggup ngomong,
"iya Mas......"
kami sempet diem-dieman lama, terus mas-masnya mulai membuka pembicaraan, mulai nanya-nanya tentang sejarah ke gue.
"Mbaknya kok bisa ambil sejarah sekarang? suka sejarah sejak kapan Mbak?"
"udah lama bangeeet, saya suka sejarah sejak SD"
"wah serius Mbak? keren banget! saya baru suka sejarah aja pas jaman-jaman akhir SMP lho"
"iya Mas gatau juga, seneng aja gitu belajar sejarah"
"gurunya asik-asik ya dulu Mbak?"
"nggak juga, waktu SMA guru sejarah saya kurang bisa jelasin materi tapi saya tetep seneng kok sama sejarah"
"kayanya kadar cintanya Mbak sama sejarah sudah akut nih, sudah mendarah daging ya"
"hahaha Mas bisa aja, tapi bener sih"
"hahaha bener kan"
"Mbak, sebenernya Belanda menjajah Indonesia itu beneran 350 tahun nggak sih? Awalnya saya selalu nganggap itu beneran lho waktu masih sekolah kemarin, tapi saya tau-tau nemu buku di internet judulnya "Bukan 350 Tahun Dijajah". Penasaran saya jadinya Mbak"
"oh saya juga tau tuh buku itu"
"beneran Mbak?"
"iya..."
"Sebenernya Belanda ga sepenuhnya menjajah Indonesia selama 350 tahun itu. 350 tahun itu diitungnya dari datengnya Cornelis de Houtman ke Banten kan pada 1596"
"iya Mbak, di buku sejarah sekolah-sekolah juga gitu kan"
"Belanda baru secara official menjajah Indonesia setelah Aceh takluk oleh Belanda, Mas"
"itu pas udah tahun 1900an ga sih Mbak?"
"nah iya, sebelum itu kan perlawanan masih bersifat kedaerahan jadi Belanda belum sepenuhnya menguasai Nusantara, jadi kita gabisa bilang Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun kalau gitu"
"iya juga ya. berarti kuat juga doktrin sejarah yang diajarin di sekolah-sekolah ya Mbak"
"ya gitu Mas.. memang, sejarah di sekolah-sekolah diajarkan kan tujuannya buat memperkuat rasa cinta tanah air di kalangan siswa-siswinya"
"tapi saya kurang setuju Mbak, harusnya kasih tau aja ya yang sebenarnya terjadi tuh gimana. tapi gatau lah ya, terserah pemerintah saja. toh sejarah juga diciptakan untuk kepentingan penguasa ya kan?"
"iya Mas"
"Masnya kok masih inget banyak, angkatan berapa Mas waktu SMA?"
"belum tua saya Mbak, saya angkatan 2014 waktu SMA"
"oh pantes...."
"Mbak saya mau tanya lagi, apa bedanya Indonesia, Nusantara, Hindia Belanda, Hindia Timur, yang gitu-gitu? Itu bukannya sama aja ya Mbak?"
"beda Mas, beda periodisasinya itu"
"gimana bedanya Mbak?"
"Nusantara itu nama Indonesia di zaman kerajaan, Hindia Belanda di era kolonial, Hindia Timur juga sama, itu penyebutan lain dari Hindia Belanda, atau orang Belanda biasa nyebutnya Nederlandsch-Indie atau Oost-Indie, atau orang Eropa biasa nyebutnya Dutch East Indies"
"hah apa Mbak? Nederland apa?"
"Nederlandsch-Indie"
"kenapa disebut Hindia Timur, Mbak?"
"ada kaitannya sama India Mas sebenernya, karena awalnya kan Belanda melakukan ekspansi ke India dulu sebentar, udah gitu para penjelajah taunya cuma India kan dulu kalo di daerahan Asia Selatan-Tenggara. nah karena Nusantara letaknya di timur India makanya disebut Hindia Timur, dan karena Nusantara dikuasai Belanda maka jadilah Dutch East Indies atau Hindia Belanda"
"oh gitu.... Mbak kan ada Hindia Timur, terus Hindia Baratnya dimana?"
"di daerahan Kepulauan Karibia Mas, disana juga ada banyak rempah-rempah yang diincer bangsa Eropa, ya layaknya daerah Maluku lah kalau di Hindia Belanda"
"oke saya ngerti, tercerahkan saya. makasih banyak Mbak!"
"sama sama Mas"
(btw gue bisa dengan mudah ngomong panjang lebar di motor karena mas-masnya melanin laju motornya hahahaha, berasa lagi keliling Surabaya sambil storytelling gue...)
"Mbak ini kampus Unair, yang kampus A disana, yang kampus B agak jalan dikit belok kesana nanti, nah itu kampus C"
"oh iya iya.... Unair mencar-mencar gitu ya kampusnya"
"iya Mbak"
"Mbak ini Jembatan Merah, kalau malem dia kaya gini tampilannya, udah pernah liat Mbak?"
"belum pernah Mas kalo malem, bagus juga ya"
"iya"
"Mbak ini Hotel Majapahit, dulu ini Hotel Yamato yang jadi saksi pas lagi peristiwa 10 November itu"
"oh iya.... oh jadi begini ya wujud hotelnya"
"iya"
"nah ini kota tuanya Surabaya disini, dulu disini banyak pembantaian pas 10 November itu. kalau Jakarta punya kota tua, Surabaya juga punya"
"bagus juga...."
"Mbak mau turun? kali aja mau foto-foto dulu disini"
"nggak Mas udah malem, makasih ya"
"oke"
padahal sebenernya bagosh banget woi, ingin rasanya gue mengabadikan kota tua nan estetik itu.
masih tertata rapi dan hanya ada sedikit yang berubah disana, menurut mas-masnya.
tapi gausah ah udah malem juga....
lain kali aja, kalau gue ke Surabaya lagi!
"nah Mbak itu Stasiun Surabaya Gubeng"
"iya Mas"
"Mbak tau Stasiun Semut?"
"Surabaya Kota?"
"iya, nah itu agak jalan dikit kesana"
"oh gitu....."
"nah Mbak ini museum BI, terus itu Tugu Pahlawan"
"museumnya hampir sama kaya yang di Jakarta ya kayanya"
"iya Mbak agak mirip sih"
"nah ini Pasar Turi, Mbak. itu agak muter dikit lagi udah Stasiun Pasar Turi"
"iya Mas, sesuai nama daerahnya juga ya"
"iya Mbak"
bener aja, begitu muter dikit sampailah gue di Stasiun Surabaya Pasar Turi.
"ini Mas, kembaliannya ambil aja"
"banyak banget Mbak, ini saya kembaliin aja"
"nggak usah Mas, buat Mas aja"
"makasih banyak lho Mbak, seneng tadi bisa nanya-nanya banyak juga sama Mbak. semoga kuliahnya dilancarkan ya Mbak, semoga bisa jadi sejarawan juga"
"aamiin, semoga rezekinya juga lancar terus ya but Masnya!"
"iya Mbak mohon doanya juga"
akhirnya gue berlalu meninggalkan si mas-mas ojol itu.
gila sih seneng banget gue, baru kali ini dapet abang ojol sebaik itu!
........................................
20.55 WIB
halo, Surabaya Pasar Turi!
gue melangkahkan kaki memasuki stasiun itu dengan cukup gembira. gimana ya, gitu deh.
terus gue pergi bentar ke minimarket sekitaran stasiun, buat beli minum sama mi instan cup dan beberapa makanan ringan berhubung minum gue udah abis dan gue laper juga.
dan karena tiket gue menunjukkan kalau kereta gue baru berangkat besok siang jam 11, jadi....
akhirnya, untuk pertama kalinya gue ngerasain nginep di stasiun!
lho Dhes kenapa ga cari penginapan aja di sekitar stasiun?
hehe, karena gue penasaran aja gimana rasanya nginep di stasiun :)))) lagian juga karena gue krisis doku abis KKM hahaha jadi ya udahlah ya nginep di stasiun aja :)))
jujur aja, di stasiun nyamuknya banyak banget, gede-gede banget!
dan disana saat itu keadaannya sepi, yang ada cuma 3 orang di ruang tunggu stasiun itu, 2 orangnya cowo backpacker gitu tapi mereka ga saling kenal kayanya karena duduknya jauh banget gitu kan, nah satunya gue deh. cewe. sendirian. cuma bawa tas ransel doang satu.
udah mirip mereka belum gue? hahahahhaha
---------------------------------------------------------------------
Jumat, 27 Juli 2018, 01.25 WIB
nah, disini nih gue merasa badan gue mulai ga kuat. semacam limbung gitu.
kayanya gara-gara kena angin malem kebanyakan gak sih? dan karena saat itu gue ga pake jaket, jaketnya malah gue taro di dalem tas gitu, dan saat itu gue cuma pake cardigan tipis sama kaos yang tipis juga sebagai dalemannya.
oke, gue ga enak badan.
rasanya mau muntah tapi berat, ga bisa.
tapi yang gue rasa saat itu malah kaya keteken gitu loh di dada, jadi ga bisa ngapa-ngapain.
mau sendawa juga susah.
bye Dhes bye.
lama kelamaan, gue ngerasa pusing juga.
dan karena itu juga, gue mutusin dari yang tadinya naik kereta yang jam 11 siang (KA Ambarawa Ekspres) jadi gue majuin aja ke kereta yang jam 6 pagi (KA Maharani).
padahal niat awal naik Ambarawa Ekspres tuh biar gue bisa jalan-jalan pagi dulu, sekalian karena gue penasaran sama keretanya kan karena dia keluaran baru dan interiornya bagus gitu.
tapi karena kondisi badan yang tiba-tiba jadi nggak mumpuni di tengah malam begini, jadi gue batalkan aja rencana sebelumnya.
"gapapa, daripada lu maksain Dhes. lain kali aja kalau ke Surabaya lagi!"
mau gue tidurin juga gabisa-bisa.
mana nyamuk sakit-sakit banget pula gigitnya, gue kaya pengen nanya dh sama nyamuknya
"eh emang darah gue enak ya? kok lu pada demen banget gigitin gue sih?"
terus gue coba jalan bentar ke loket pembatalan tiket kereta, dan itu baru buka nanti jam 5.
yaudah deh, main hp aja kali ya gue sampe jam 5.
itung-itung begadang.
tapi main hp dalam keadaan lagi pusing juga ga pewe banget ges.
yaudahlah, sesuka gue aja deh mau ngapain :(
...................................................
05.00 WIB
gue pesen tiket KA Maharani dulu secara manual, abis itu baru deh langsung ke loket pembatalan tiket.
untung aja gaada yang dipersulit, semua terasa mudah-mudah aja.
"gila udah pusing banget gue, pokoknya gue mau cepet sampe rumah aja!"
...................................................
05.45 WIB
"nanya-nanya dulu ege Ran makanya:((("
beberapa saat kemudian, ada ciway gue lupa siapa, nawarin beli jus via grup WA.
"eh ada yang mau beli jus nggak?"
"MAU MAUUUU"
"adanya jus apa?"
(si yg nawarin sent a photo, foto menu jusnya gt ceritanya)
orang-orang yang di kamar termasuk gue :
"anjirla demiapa cuma gocengggg"
"ih murah bangettt"
"gue mau jambu ya"
"gue stroberi"
"gue mangga"
"gue alpukat ya" (ini gue gais btw, maklum cinta banget sama jus alpukat hahaha)
"gue juga jambu deh"
*ngetik pesenan di grup WA*
"okeee"
ga lama, yang beli jus ke luar udah dateng lagi ke kamar gue, dan ternyata mereka sekalian beli jajanan minimarket gitu. lumayan banyak tuh gue liat-liat.
akhirnya, kami makan bareng di kamar.
(overheard abt jus barusan, karena gue fokus nikmatin itu jus,)
"jusnya enak woooi"
"iya anjir, ini juga ketauan gulanya gula beneran"
"beda banget ama jus kansas harganya 10rb keatas, mana dapet jus goceng di kansas hahaha"
"airnya juga ga kebanyakan, pas gitu takarannya"
"mana murah banget cuma goceng"
"emang the best banget deh jus jember"
Jus Jember. oke siap.
------------------------------------------------------
Rabu, 25 Juli 2018, 05.00 WIB
kayanya karena selama ini gue kebiasaan bangun jam 5, gue bangun selalu di sekitaran jam 5 ya.
padahal gue sengaja nyetel alarm jam setengah 6 biar bangunnya paling nggak deketan jarak waktunya sama yang lain ya, eh tetep aja gue bangunnya jam 5an :)
dan seperti kemarin, gue bangun paling awal dari seisi kamar yang lain.
gue melanjutkan aktivitas gue sebelum berangkat, ya sama aja kaya kemarin.
ngobrol, sarapan, ngobrol, siap-siap, berangkat deh.
...................................................
09.30 WIB
sampailah kami di Museum Tembakau Jember!
setelah mendapat pemaparan mengenai sejarah perkebunan tembakau di Jember, kami diajak berkeliling ke dalam museum tersebut.
satu poin yang gue tangkep dari pemaparan itu dan masih membekas hingga kini adalah,
"sebenarnya merokok itu tidak berbahaya, asal takarannya bener aja ga berlebihan. bahkan rokok sendiri bisa digunakan untuk mengobati beberapa penyakit"
dan itu beneran ada data yang mereka tampilkan, sehingga gue bisa percaya sama pernyataan yang pihak museum lontarkan saat itu.
begitu masuk ke dalam museum itu, aroma tembakau menyeruak seketika.
tapi disana beda. ini aroma tembakaunya tuh lebih ke menenteramkan gitu loh, beda sama aroma tembakau rokok yang biasa gue jumpai pada umumnya di kota, yang beberapa malah bikin batuk gue rasa.
mungkin karena yang di museum tembakau ga pake campuran apa apa kali ya.....
/duh jadi pengen nyoba. hahahahahhahaha./
/heh Dhes, kalo lu ngerokok beneran terus ketauan ortu bisa-bisa dicoret lu dari KK./
/bukan, maksudnya rokok yang ada di museum itu aja hehe../
/gak. sama aja./
seperti biasa, di dalem museum itu gue ngambil foto dan ngambil beberapa footage video pake hp untuk keperluan laporan KKM kalau sewaktu-waktu beneran diminta.
sebenernya ini juga udah gue terapkan sejak awal dateng ke destinasi pertama (Gunung Gambir) sih.
disana gue juga ngeliat rokok-rokok jadul yg mereknya kaya Airlangga, Brawijaya, dst, yang begitu gue liat harganya bisa nyampe 50-60rb an sendiri buat satu bungkusnya yang isinya ga nyampe 10 batang :))
gue juga sempet nyium aroma tembakau langsung dari tembakau aslinya disana, dan ternyata candu ges candu yaampoooonnnnnn enak bangetttt!
serasa pengen bawa pulang tembakaunya aja tapi ga boleh sih ya katanya :(
hm ya yaudahlah ya
..........................................................
12.30 WIB
sampailah kami di Museum Kereta Api Bondowoso!
jadi Museum KA Bondowoso ini dulunya merupakan stasiun kereta api yang sempet aktif (sekarang udah nonaktif) yang mulai ditutup sekitar tahun 2004 dan mulai dibuka kembali pada 2016 sebagai museum kereta api.
di dalamnya ada macem-macem barang-barang langka seputar kereta api mulai dari miniatur lokomotif sampai tiket jadul, lengkap dengan sejarahnya.
agak kecil sih museum dan stasiunnya, tapi tetep bagus kok.
dan disitu ada aja beberapa orang yang iseng nanya,
"Dhes balik ke Blora dari sini bisa nggak?"
"ya kalo stasiunnya nonaktif gabisa naik dari sini dong bambanggg. "
dan disini juga, gue kehilangan kancing jakun gue. 3 sekaligus dari total seharusnya 4 kancing jakun.
beruntungnya 2 kancing berhasil gue temuin. tapi yang satu lagi ga ketemu.....
akhirnya gue berusaha untuk mengikhlaskan dan menerima kalau emang gue harus beli kancing jakun seharga 100rb/4 kancing di koperasi PPMT UI.
sangat sangat tidak worth to buy, mahal banget :(
tapi ternyata pas udah jalan bus nya, Maitsa ngasih tau kalau dia nemuin satu kancing jakun dan dia nanya di grup besar WA KKM.
gue langsung aja samperin Maitsa buat ambil kancing gue.
makasih Maaai! ga perlu keluar duit 100rb deh gue yey!
.................................
15.00 WIB
Lereng Gumitir, Jember. berbatasan dengan Banyuwangi.
sempet ke perkebunan kopi juga, lengkap sama petani-petaninya disana.
alhasil, rekam video lagi, ngefoto lagi, wawancara lagi.
tapi yang wawancara bukan gue :)
kemudian kami pergi ke pabrik pembuatan kopi, setelah itu kami turun ke terowongan Mrawan atau biasa dibilang Mrawan Train Tunnel, sebuah terowongan sarat sejarah yang ternyata masih aktif dan dilalui beberapa kereta api yang kalo ga salah bertujuan Banyuwangi, Jember, Malang, bahkan Surabaya.
ada lagi yang iseng, dan banyak yang nanya gini,
"Dhes baliknya lewat sini nggak?"
oh tentu tidak bung-bung dan nona-nona, keretaku kan beda jalur.
kecuali kalau tujuan gue ke seputaran 4 daerah yang gue sebutin tadi, baru deh gue lewat sini.
.................................................
17.00 WIB
akhirnya, kami memutuskan untuk kembali ke penginapan.
pas otw penginapan, bus gue sempet berhenti cukup lama karena mau ada kereta lewat.
terus disitu ada Lintang, gue bisa bilang kalau dia adalah seorang railfan akut karena dia secinta itu sama kereta. mulai dari ringtone hp nya suara klakson kereta, wallpaper hpnya juga gambar kereta, sampe dia pun juga berencana ngambil topik skripsi tentang perkeretaapian era kolonial.
nah begitu ada kereta lewat dia langsung lari ke depan bus dan mengabadikannya dalam bentuk video lewat hpnya.
gue merhatiin sebentar, terus gue lanjut ngeliat kereta lewat itu dari jendela. tampak yg lewat saat itu KA Logawa, entah arahnya dari mana ke mana ga begitu ngeh.
sambil berujar dalam hati,
"besok gue sendirian yg lanjut naik kereta sementara yg lain balik jkt semua pake pesawat, gimana rasanya ya..."
.............................................................
20.30 WIB.
sampailah kembali kami di penginapan.
ini malam terakhir kami berada di penginapan, sebelum kami harus pulang di keesokan harinya.
malam itu, kami ga langsung rebahan dulu begitu nyampe, karena kami semua baik mahasiswa S1 sampai S3 beserta dosen harus ngumpul di satu ballroom untuk evaluasi kegiatan KKM.
"ya semoga gue beserta kelompok gue dimudahkan buat bikin laporannya nanti deh ya"
------------------------------------------------------
Kamis, 26 Juli 2018, 05.00 WIB
seperti biasa, bangun duluan dan beberes duluan, mastiin gaada yang ketinggalan sebelum pulang.
sebelum pulang, seperti biasa foto-foto dulu.
kebiasaan emang.
sambil sarapan.
terus kami bertiga, gue, Eva, dan Tirza 'say goodbye' ke kamar penginapan yang kita tempatin dengan foto-foto di kamar itu.
semoga kita bisa berjumpa lagi di lain kesempatan!
...................................
09.30 WIB
sampailah kami di destinasi terakhir, Puslitkoka Jember!
sesuai namanya, disana gue banyak menjumpai perkebunan kopi dan kakao, lengkap dengan info-infonya.
dan disana juga ada rusa!
tapi rusa-rusanya lagi pada kotor abis kena lumpur :(
disana, gue beli coklat Jember.
kenapa coklat Jember? karena dibuatnya di Jember.
hahahaha apaan sih dhes.
plus, tadi gue sempet liat proses pembuatannya kan, dari mulai coklat masih pahit sampe yang udah dikasih tambahan susu.
waktu coklatnya masih pahit, sebenernya ya emang pahit sih cuma entah kenapa dia nagih gitu menurut gue.
pahit, tapi nagih. kaya apa ya ges?
kaya..... udah mendam rasa ke dia nih ya tapi selama ini dia ga ngeh, dan ternyata dia malah sama yang lain. tapi bodohnya lu masih aja mau mikirin dia karena mikirin dia adalah sesuatu yang dirasa candu sekali.
ya nggak? :)
agak bodoh ga sih alesannya? hahahaha
/plz dhes don't be a sadgirl :( jangan kea temen-temen lu yang lain ok?/
/makanya, berharap tuh sama Allah. jangan sama ciptaannya doang/
hidup tuh ga melulu harus dihiasi dengan kisah asmara kok.
santuy.
oke, kembali ke topik.
gue beli coklat Jember sengaja rada banyakan, ya itung-itung buat keluarga di rumah sekalian buat gue ngemil di rumah nanti.
gue iseng makan satu. ternyata enak, nagih!
karena takut coklatnya abis ama gue sendiri, gue langsung taro aja di tas, ga bakal itu gue makan lagi sampe gue nyampe rumah.
..............................................
15.00 WIB
selesai dari Puslitkoka, kami langsung otw Bandara Juanda, Surabaya.
dalem hati,
"makasih Jember atas 4 harinya, semoga kita bisa berjumpa lagi di lain waktu!"
di tengah perjalanan, pas bus nya lagi berhenti sejenak karena banyak yang mau ke kamar kecil buat buang hajat, terjadilah suatu insiden tidak mengenakkan.
kalau ga salah liat, busnya lagi berhenti di daerahan Lumajang.
ternyata Rania mecahin lampu yang dijual di minimarket sebuah ponpes disana.
"eh Sal gimana nih gue mecahin lampu....."
"yah Ran gimana Ran"
"mana duit gue ga cukup lagi buat gantiin"
kemudian datanglah Mbak Linda, dan beliau sanggup gantiin biaya lampu yang dipecahin Rania itu.
ini gue diceritain sama Salma ya, berhubung gue sebangku sama Salma dan Salma dateng-dateng langsung bawa struk pembayaran yang nominalnya sekitaran 40rb tapi dia ga bawa jajanan apa apa.
"lu beli apaan Sal kok jajanannya gaada tapi totalnya segitu?"
"ini Dhes, Rania mecahin lampu, (Salma ceritain kronologisnya panjang lebar)"
"WKWKWKWWKWKWKWK"
aduuuh ada ada aja deh ah, tinggal pulang doang juga ya :)
...........................................
18.30 WIB
sampailah kami di Bandara Juanda, Surabaya!
sesuai niat awal, gue gaakan ikut pesawat ke Jakarta bersama mereka.
kenapa?
karena Surabaya-Blora udah deket cuy. lu naik kereta cuma makan waktu 2 jam doang.
sedangkan kalo gue ikut pesawat ke Jakarta bersama mereka, kebayang kan berapa banyak lagi waktu dan uang yang harus gue keluarin?
jadi, pilihlah yang efektif dan efisien aja.
walaupun gue rugi tiket pesawatnya sih, tapi gapapa lah ya anggep aja amal :)
karena gue mau misah, gue izin dulu ke para dosen dan koordinator kegiatan KKM disana.
"malam Mas, Mbak. Saya izin meninggalkan bandara ya"
"lho, mau kemana? sebentar lagi kita check in lho"
"nggak Mas, maksudnya saya mau misah. Udah deket soalnya"
"oh memangnya kamu pulang ke mana?"
"ke Blora, Mas."
"oh Blora... Cepu bukan?"
"iya Mas, di daerah sana rumah saya tepatnya..."
"oh dulu saya pernah mengadakan penelitian disana, mungkin kalau kamu berminat bisa ambil topik penelitian tentang perminyakan disana untuk skripsi nanti....."
"iya Mas, saya juga ada kepikiran buat ambil itu kok"
"baik kalau kamu mau misah. hati-hati di jalan ya!"
"habis ini lanjut naik apa?"
"ke stasiun Mas, naik kereta."
"Surabaya Pasar Turi atau Surabaya Gubeng?"
"Pasar Turi, Mas"
"siapa namanya?"
"Dhesta"
"baik, saya data ya. hati-hati di jalan ya, Dhesta!"
"terima kasih Mas, Mbak"
abis itu, gue pamitan ke semua temen-temen sejarah 17.
"gais gue pulang ya"
"Dhestaaaaa....."
*meluk gue satu-satu. terharu gue disini geeees serius disitu air mataku mau jatuh tapi kutahan biar ga sedih berkepanjangan :(((*
"udah pesen tiket ke Blora, Dhes?"
"udah kok, sans"
"oh oke. kali aja belum, biar gue pesenin gitu"
"sa ae"
"hati-hati di jalan Dheessss"
"sampai ketemu bulan September ya Dhes"
"jangan lama-lama di Blora, kita-kita yang di Jakarta-Depok nunggu lu balik nih"
ga sengaja gue denger juga ada yang ngomong gini, gatau pastinya siapa tapi,
"ih Dhesta kok berani banget misah-misah gitu pulang sendiri, gue kalo jadi cewe atau jadi dia sih gue ga bakal berani"
yeu lucu deey kamu malih.
suda besar akutu, Insya Allah bisa jaga diri :)
akhirnya, gue pergi menjauh, misah dari mereka buat lanjut ke Stasiun Surabaya Pasar Turi.
"hati-hati Dhessss"
"siyap, tengkyu geeeees!"
.................................................
19.10 WIB
cukup lama gue berdiam diri di lain sisi bandara Juanda, yang letaknya cukup jauh dari tempat dimana anak-anak sejarah ngumpul sampe gue gabisa liat mereka dengan jelas.
sengaja gue duduk dulu. mayan berat juga soalnya bawa-bawa ransel satu doang aja.
gini aja udah berat ya, gimana kalau kemarin gue ikut-ikutan bawa 2 tas....
akhirnya, gue pesen ojol menuju Stasiun Surabaya Pasar Turi.
...............................
19.35 WIB
mas-mas ojol yang gue pesen pun dateng. kemudian kami berlalu meninggalkan Bandara Juanda untuk segera menuju Stasiun Surabaya Pasar Turi.
kemudian, mas-masnya membuka pembicaraan.
(beberapa sesi pembicaraan diomongin pake bahasa Jawa, namun untuk memudahkan pembaca jadi gue tulis pake bahasa Indonesia aja semua ya)
"mau pulang Mbak?"
"iya.."
"kemana?"
"Blora"
"tadi darimana abis dari bandara?"
"abis KKM Mas"
"wah sudah semester tua ya Mbak? semester berapa? lulusnya tahun ini atau tahun depan?"
"saya baru mau semester 3 Mas, belum tua..."
"wah berarti bisa lulus cepet nih Mbaknya"
"aamiin, doain aja Mas"
dikiranya gue KKN kali ya sama mas-masnya, padahal beda banget KKN sama KKM..........
"Mbak asli Blora?"
"iya, tapi gimana ya Mas saya juga bingung"
"bingung kenapa?"
"saya lahir di Blora, sekolah di Jakarta dari TK, terus SD 2 tahun di Blora, terus pindah dan lanjut sampe lulus SMA di Jakarta"
"kuliah di Jakarta juga?"
"iya, tapi sekeluarga udah pindah ke Blora dari awal saya kuliah"
"wah runyam juga ya. tapi Mbaknya bisa bahasa Jawa?"
"bisa Mas"
"wah okeeee, pakai bahasa Jawa saja ya Mbak"
"boleh Mas"
"Mbak sebelumnya sudah pernah ke Surabaya?"
"sudah Mas, tapi ga hafal jalannya saya"
"saya ajak keliling Surabaya gimana Mbak?"
disini gue mulai rada panik, jujur aja langsung terbersit sedikit rasa penyesalan kenapa gue jujur banget ngomong ke mas-masnya.
"em... gapapa Mas?"
"gapapa banget Mbak, poin saya udah lebih, ini Mbaknya penumpang terakhir kok"
"oh yaudah boleh deh Mas kalo gitu"
suasana hening seketika.
"Mbaknya nggak usah khawatir, ga usah mikir yang gimana-gimana. Saya sendiri sudah punya istri kok sama anak perempuan satu di rumah, masih kecil"
"iya Mas saya ga mikir yang gimana-gimana kok"
hening lagi, terus mas-masnya kembali membuka pembicaraan di tengah semi-macetnya kota Surabaya di malam itu.
"Surabaya emang gini Mbak, kadang suka macet. untung aja pas malem, bukan pas siang-siang"
"gapapa Mas, ga separah Jakarta kok"
"iya ya. ngomong-ngomong Mbak kuliah dimana di Jakarta?"
"di UI mas"
"wah UI, pinter banget dong ya Mbaknya"
"aamiin-in aja Mas hehehe"
"keponakan saya daftar di UI sampe bela-belain gapyear setahun ga dapet-dapet juga Mbak soalnya, sekarang dia di Unair nih. Susah banget ya Mbak dapet di UI?"
"ya gitu deh Mas"
"Mbaknya masuk lewat jalur apa, masuknya kapan?"
"SNMPTN mas, baru 2017 kemarin"
"tulis atau undangan Mbak itu?"
"undangan Mas, alhamdulillah"
"wah hebat, pasti nilai raportnya bagus-bagus itu.. kalau ga bagus ga mungkin sampai keterima di UI, yakin saya..."
"alhamdulillah Mas"
"jurusan apa Mbak?"
"Ilmu Sejarah"
"wah berarti nanti mau jadi sejarawan ya"
"semoga bisa Mas, mohon doanya aja"
"siap Mbak"
seneng banget, nampaknya mas-masnya ini orang baik.
dia satu-satunya orang asing yang baru ketemu bahkan, yang ga menjudge gue perihal pilihan gue masuk Sejarah.
semoga senantiasa dilancarkan rezekinya, Mas!
"sebenernya saya juga suka banget sama Sejarah, Mbak, tapi apa daya saya bukan orang berkecukupan jadi saya gabisa lanjut kuliah selepas SMA"
sumpah gue diem sediem-diemnya disitu. terenyuh banget sih, pasti. tapi gue gatau harus bales omongan apa ke mas-masnya.
setelah kebanyakan mikir karena bingung mau jawab apa, akhirnya disitu gue cuma sanggup ngomong,
"iya Mas......"
kami sempet diem-dieman lama, terus mas-masnya mulai membuka pembicaraan, mulai nanya-nanya tentang sejarah ke gue.
"Mbaknya kok bisa ambil sejarah sekarang? suka sejarah sejak kapan Mbak?"
"udah lama bangeeet, saya suka sejarah sejak SD"
"wah serius Mbak? keren banget! saya baru suka sejarah aja pas jaman-jaman akhir SMP lho"
"iya Mas gatau juga, seneng aja gitu belajar sejarah"
"gurunya asik-asik ya dulu Mbak?"
"nggak juga, waktu SMA guru sejarah saya kurang bisa jelasin materi tapi saya tetep seneng kok sama sejarah"
"kayanya kadar cintanya Mbak sama sejarah sudah akut nih, sudah mendarah daging ya"
"hahaha Mas bisa aja, tapi bener sih"
"hahaha bener kan"
"Mbak, sebenernya Belanda menjajah Indonesia itu beneran 350 tahun nggak sih? Awalnya saya selalu nganggap itu beneran lho waktu masih sekolah kemarin, tapi saya tau-tau nemu buku di internet judulnya "Bukan 350 Tahun Dijajah". Penasaran saya jadinya Mbak"
"oh saya juga tau tuh buku itu"
"beneran Mbak?"
"iya..."
"Sebenernya Belanda ga sepenuhnya menjajah Indonesia selama 350 tahun itu. 350 tahun itu diitungnya dari datengnya Cornelis de Houtman ke Banten kan pada 1596"
"iya Mbak, di buku sejarah sekolah-sekolah juga gitu kan"
"Belanda baru secara official menjajah Indonesia setelah Aceh takluk oleh Belanda, Mas"
"itu pas udah tahun 1900an ga sih Mbak?"
"nah iya, sebelum itu kan perlawanan masih bersifat kedaerahan jadi Belanda belum sepenuhnya menguasai Nusantara, jadi kita gabisa bilang Belanda menjajah Indonesia selama 350 tahun kalau gitu"
"iya juga ya. berarti kuat juga doktrin sejarah yang diajarin di sekolah-sekolah ya Mbak"
"ya gitu Mas.. memang, sejarah di sekolah-sekolah diajarkan kan tujuannya buat memperkuat rasa cinta tanah air di kalangan siswa-siswinya"
"tapi saya kurang setuju Mbak, harusnya kasih tau aja ya yang sebenarnya terjadi tuh gimana. tapi gatau lah ya, terserah pemerintah saja. toh sejarah juga diciptakan untuk kepentingan penguasa ya kan?"
"iya Mas"
"Masnya kok masih inget banyak, angkatan berapa Mas waktu SMA?"
"belum tua saya Mbak, saya angkatan 2014 waktu SMA"
"oh pantes...."
"Mbak saya mau tanya lagi, apa bedanya Indonesia, Nusantara, Hindia Belanda, Hindia Timur, yang gitu-gitu? Itu bukannya sama aja ya Mbak?"
"beda Mas, beda periodisasinya itu"
"gimana bedanya Mbak?"
"Nusantara itu nama Indonesia di zaman kerajaan, Hindia Belanda di era kolonial, Hindia Timur juga sama, itu penyebutan lain dari Hindia Belanda, atau orang Belanda biasa nyebutnya Nederlandsch-Indie atau Oost-Indie, atau orang Eropa biasa nyebutnya Dutch East Indies"
"hah apa Mbak? Nederland apa?"
"Nederlandsch-Indie"
"kenapa disebut Hindia Timur, Mbak?"
"ada kaitannya sama India Mas sebenernya, karena awalnya kan Belanda melakukan ekspansi ke India dulu sebentar, udah gitu para penjelajah taunya cuma India kan dulu kalo di daerahan Asia Selatan-Tenggara. nah karena Nusantara letaknya di timur India makanya disebut Hindia Timur, dan karena Nusantara dikuasai Belanda maka jadilah Dutch East Indies atau Hindia Belanda"
"oh gitu.... Mbak kan ada Hindia Timur, terus Hindia Baratnya dimana?"
"di daerahan Kepulauan Karibia Mas, disana juga ada banyak rempah-rempah yang diincer bangsa Eropa, ya layaknya daerah Maluku lah kalau di Hindia Belanda"
"oke saya ngerti, tercerahkan saya. makasih banyak Mbak!"
"sama sama Mas"
(btw gue bisa dengan mudah ngomong panjang lebar di motor karena mas-masnya melanin laju motornya hahahaha, berasa lagi keliling Surabaya sambil storytelling gue...)
"Mbak ini kampus Unair, yang kampus A disana, yang kampus B agak jalan dikit belok kesana nanti, nah itu kampus C"
"oh iya iya.... Unair mencar-mencar gitu ya kampusnya"
"iya Mbak"
"Mbak ini Jembatan Merah, kalau malem dia kaya gini tampilannya, udah pernah liat Mbak?"
"belum pernah Mas kalo malem, bagus juga ya"
"iya"
"Mbak ini Hotel Majapahit, dulu ini Hotel Yamato yang jadi saksi pas lagi peristiwa 10 November itu"
"oh iya.... oh jadi begini ya wujud hotelnya"
"iya"
"nah ini kota tuanya Surabaya disini, dulu disini banyak pembantaian pas 10 November itu. kalau Jakarta punya kota tua, Surabaya juga punya"
"bagus juga...."
"Mbak mau turun? kali aja mau foto-foto dulu disini"
"nggak Mas udah malem, makasih ya"
"oke"
padahal sebenernya bagosh banget woi, ingin rasanya gue mengabadikan kota tua nan estetik itu.
masih tertata rapi dan hanya ada sedikit yang berubah disana, menurut mas-masnya.
tapi gausah ah udah malem juga....
lain kali aja, kalau gue ke Surabaya lagi!
"nah Mbak itu Stasiun Surabaya Gubeng"
"iya Mas"
"Mbak tau Stasiun Semut?"
"Surabaya Kota?"
"iya, nah itu agak jalan dikit kesana"
"oh gitu....."
"nah Mbak ini museum BI, terus itu Tugu Pahlawan"
"museumnya hampir sama kaya yang di Jakarta ya kayanya"
"iya Mbak agak mirip sih"
"nah ini Pasar Turi, Mbak. itu agak muter dikit lagi udah Stasiun Pasar Turi"
"iya Mas, sesuai nama daerahnya juga ya"
"iya Mbak"
bener aja, begitu muter dikit sampailah gue di Stasiun Surabaya Pasar Turi.
"ini Mas, kembaliannya ambil aja"
"banyak banget Mbak, ini saya kembaliin aja"
"nggak usah Mas, buat Mas aja"
"makasih banyak lho Mbak, seneng tadi bisa nanya-nanya banyak juga sama Mbak. semoga kuliahnya dilancarkan ya Mbak, semoga bisa jadi sejarawan juga"
"aamiin, semoga rezekinya juga lancar terus ya but Masnya!"
"iya Mbak mohon doanya juga"
akhirnya gue berlalu meninggalkan si mas-mas ojol itu.
gila sih seneng banget gue, baru kali ini dapet abang ojol sebaik itu!
........................................
20.55 WIB
halo, Surabaya Pasar Turi!
gue melangkahkan kaki memasuki stasiun itu dengan cukup gembira. gimana ya, gitu deh.
terus gue pergi bentar ke minimarket sekitaran stasiun, buat beli minum sama mi instan cup dan beberapa makanan ringan berhubung minum gue udah abis dan gue laper juga.
dan karena tiket gue menunjukkan kalau kereta gue baru berangkat besok siang jam 11, jadi....
akhirnya, untuk pertama kalinya gue ngerasain nginep di stasiun!
lho Dhes kenapa ga cari penginapan aja di sekitar stasiun?
hehe, karena gue penasaran aja gimana rasanya nginep di stasiun :)))) lagian juga karena gue krisis doku abis KKM hahaha jadi ya udahlah ya nginep di stasiun aja :)))
jujur aja, di stasiun nyamuknya banyak banget, gede-gede banget!
dan disana saat itu keadaannya sepi, yang ada cuma 3 orang di ruang tunggu stasiun itu, 2 orangnya cowo backpacker gitu tapi mereka ga saling kenal kayanya karena duduknya jauh banget gitu kan, nah satunya gue deh. cewe. sendirian. cuma bawa tas ransel doang satu.
udah mirip mereka belum gue? hahahahhaha
---------------------------------------------------------------------
Jumat, 27 Juli 2018, 01.25 WIB
nah, disini nih gue merasa badan gue mulai ga kuat. semacam limbung gitu.
kayanya gara-gara kena angin malem kebanyakan gak sih? dan karena saat itu gue ga pake jaket, jaketnya malah gue taro di dalem tas gitu, dan saat itu gue cuma pake cardigan tipis sama kaos yang tipis juga sebagai dalemannya.
oke, gue ga enak badan.
rasanya mau muntah tapi berat, ga bisa.
tapi yang gue rasa saat itu malah kaya keteken gitu loh di dada, jadi ga bisa ngapa-ngapain.
mau sendawa juga susah.
bye Dhes bye.
lama kelamaan, gue ngerasa pusing juga.
dan karena itu juga, gue mutusin dari yang tadinya naik kereta yang jam 11 siang (KA Ambarawa Ekspres) jadi gue majuin aja ke kereta yang jam 6 pagi (KA Maharani).
padahal niat awal naik Ambarawa Ekspres tuh biar gue bisa jalan-jalan pagi dulu, sekalian karena gue penasaran sama keretanya kan karena dia keluaran baru dan interiornya bagus gitu.
tapi karena kondisi badan yang tiba-tiba jadi nggak mumpuni di tengah malam begini, jadi gue batalkan aja rencana sebelumnya.
"gapapa, daripada lu maksain Dhes. lain kali aja kalau ke Surabaya lagi!"
mau gue tidurin juga gabisa-bisa.
mana nyamuk sakit-sakit banget pula gigitnya, gue kaya pengen nanya dh sama nyamuknya
"eh emang darah gue enak ya? kok lu pada demen banget gigitin gue sih?"
terus gue coba jalan bentar ke loket pembatalan tiket kereta, dan itu baru buka nanti jam 5.
yaudah deh, main hp aja kali ya gue sampe jam 5.
itung-itung begadang.
tapi main hp dalam keadaan lagi pusing juga ga pewe banget ges.
yaudahlah, sesuka gue aja deh mau ngapain :(
...................................................
05.00 WIB
gue pesen tiket KA Maharani dulu secara manual, abis itu baru deh langsung ke loket pembatalan tiket.
untung aja gaada yang dipersulit, semua terasa mudah-mudah aja.
"gila udah pusing banget gue, pokoknya gue mau cepet sampe rumah aja!"
...................................................
05.45 WIB
masuk peron 1 Stasiun Surabaya Pasar Turi, duduk bentar nunggu KA Maharani dateng.
dari jarak yang cukup deket, gue ngeliat Pasar Turi sekalian sama terowongannya yang awalnya gue pikir itu langit warna ijo tosca.
di peron sebelah, gue ngeliat KA Sembrani yang kemungkinan belum lama dateng ke stasiun ini, yang merupakan stasiun tujuan akhirnya.
/kok lu bisa tau sih Dhes?/
/yaiyalah orang ini kereta lewat Cepu jugak, dulu sempet naik ini dari Gambir ke Cepu gara-gara ga dapet Kertajaya/
/hm ok/
pokoknya Kertajaya masih nomor satu di hati kalo buat pulang!
......................................................
06.00 WIB
".....sesaat lagi, KA Maharani tujuan Stasiun Semarang Poncol akan diberangkatkan..........."
kurang lebih itu yang gue denger.
ga lama, berangkat deh keretanya.
"Bye Surabaya, see you when i see you!"
asik asik hahahahaha
...........................................................
08.50 WIB
sampailah gue di rumah tercinta!
..............................................................
akhirnya, gue bisa sampai di rumah dengan selamat setelah berkelana dari Jember dan sekitarnya serta wilayah Surabaya!
barangkali hanya segitu kisah yang bisa gue tuliskan disini.
ini ceritaku selama KKM dan peristiwa setelahnya.
apa kamu punya cerita yang bisa kamu bagi juga?
sekian dari gue, semoga hari-hari kalian selalu menyenangkan dan berkesan ya!
------------------------------------------------------
[bonus] sudut pandang Arul si jamet Klender mengenai KKM, yang udah dia sebarin ke temen-temen sejarah 17 termasuk diriku :
Kkm di Kampung Nelayan
Kisah ini merupakan kisah nyata dan pengalaman penulis sendiri yang berhasil dirangkum melalui tulisan. Kisah ini berawal dari sekelompok mahasiswa sejarah di salah satu universitas terkenal di Indonesia (sebut saja Universitas U) Sebenarnya banyak sekali tokoh yang terlibat dalam cerita ini namun penulis hanya menceritakan 7 orang saja. Sebut saja mereka Arul, Aby, Dela, Rania, Salma, Eva, dan Sukron. Memang diantara mereka, hanya Aby seorang pria yang jenius. Dia menganggap enteng semua kegiatan dan acara KKM dan justru ia hanya melihat gambar2 yang tak senonoh di handphonenya selama kegiatan KKM. Awalnya Arul telah memperingatkan Aby, akan tetapi Aby tidak mendengarkannya karena menurutnya ia adalah Lelaki Sejati. Hari pertama sebelum ke kampung nelayan, mereka pergi terlebih dahulu ke sebuah gunung di daerah Jawa Timur. Mereka melihat hamparan gunung teh yang sangat luas. Mereka kemudian masing masing mengambil gambar untuk diupload di sosial media mereka. Disinilah kemudian terjadi sesuatu yang aneh menurut Arul, Arul melihat Aby memandang ke suatu pondok yang terdapat sepasang kekasih yang sedang bermesraan. "By, jangan diliatin mulu, entar jadi sange !" kata Arul. Sukron kemudian memukul kepala Aby, yang isinya hanyalah gambar2 serta video dewasa, "Ye ngeres pikiran lo !" Itulah keanehan yang akan mengawali semua kisah ini. Kemudian mereka semua pergi ke penginapan masing-masing. Mereka ditempatkan berdasarkan jenis kelamin mereka. Rania yang seketika sakit perut, dia masuk ke kamar mandi dan membuang hajat. Disinilah sesuatu yang tidak wajar terjadi, air yang berasal dari shower tiba tiba mati dan tidak terdapat air. Rania bingung harus bagaimana, ia kemudian mengambil gelas dan mengisi air yang berasal dari westafel dan kemudian cebok secara manual. Setelah selesai, ia kemudian menceritakan semua itu ke teman-temannya, "Eh, masa gw td di kamar mandi, shower wcnya gak ada airnya" ucapnya. Teman-temannya pun tertawa saja dan menganggap remeh semua itu, "Hahahaha ya iyalah orang kran disamping wcnya gak lu puter" Setelah kejadian itu, Rania menjadi sosok yang penakut dan tidak berani ke kamar mandi sendirian. Keesokan harinya mereka pergi ke kampung nelayan, tempat yang sangat jauh sekali dari peradaban dan harus melewati sungai, sawah, serta hutan belantara. Kebodohan disini terletak di dalam diri Salma. Ia mengenakan baju hijau, dan celana hijau padahal ia sudah tau ingin ke pantai selatan.
Gais udah malem ni mau lanjut lagi besok gak ?
Okee thnks yaa gais karena masih bersama gue di Thread horor gue ini.. Oke lanjut, sebelumnya Dela, Arul sudah memperingati Salma untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau, terlebih lagi lokasinya berada di pantai selatan pulau jawa. Salma tiba-tiba meraung raung saat kedua temannya memperingatinya ia kemudian bilang "Mane teh saha ?" logatnya tiba-tiba berubah menjadi logat sunda. Setelah itu, Arul dan Dela tidak berani memperingati dia lagi, dan berharap semoga tidak terjadi apa-apa. Kemudian setelah sampai di kampung nelayan, Aby, Sukron, Arul pergi ke toilet. Disini terdapat sesuatu yang aneh, saat Aby berada di toilet, Arul dan Sukron mendengar suara desahan Aby dan bisikan, "nakal kamu yah gaboleh ngintip !" seketika Arul dan Sukron bingung kemudian ia melihat kepala monyet bergantungan di depan pintu toilet, "Aaaaaaaa......" mereka berdua berteriak dan menghampiri teman-temannya yang berada di pantai. Saat mereka tengah terbirit birit, Eva kemudian menghampiri mereka dengan wajah panik, "Ituuu.. Ituu.... si Salmaa !! Dia tiba-tiba muja laut, terus ombaknya tiba-tiba menaik." mereka segera pergi melihat keadaan Salma, namun terlambat, ombak sudah mulai meninggi. Mereka semua yang berada di pantai mulai panik, dan segera menyelamatkan diri masing-masing. Namun semua terlambat bagi Dela, Dela tidak sempat melarikan diri. Kakinya seperti ditahan oleh ombak laut, dan ia hampir terbawa ombak. "Delaa !!!" saat semua orang tengah panik, tiba-tiba Salma kembali sadar, dan membawa semua ombak kembali ke dasar laut. Untungnya Dela berhasil bertahan, dan ia takut setengah mati. Kejadian berikutnya adalah ketika mereka semua sampai di hotel dan kembali ke kamar masing-masing.. Salma memasuki kamar dan melihat semua lantai dipenuhi oleh pasir.. "Yaampun !!! Ini pasti kerjaannya Dela.." ia menyalahkan Dela, dan melihat Dela keluar dari kamar mandi dengan wajah tak bersalah, "Panggil cleaning service !!" suruh Salma. Awalnya ia mengira semua itu adalah ulah yang ghaib tapi ternyata semua itu berasal dari kebodohan mahasiswa2 yang sedang KKM itu.. Jadi cerita ini bukanlah cerita mistis ya gais, melainkan cerita kebuduhan :) Sudah sampai sini cerita sayah :) semoga teman teman semua merasa terhibur

Komentar
Posting Komentar