Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

from Jember to remember

selamat malam semuanya! semoga hari ini menyenangkan buat kalian semua ya!✨ males ah gue mellow mulu akhir-akhir ini kalau nulis. sekarang mau ngasih yang beda ah. kali ini gue mau cerita mengenai "short escape" gue beserta teman-teman seangkatan di kampus. kemanakah kita pergi? ke Jember! hahaha, udah pada tau dari judulnya juga kan? :)) oke, gue mulai ceritanya dari awal ya! Gambar 1. Sebagian mahasiswa Sejarah UI 2017. Sumber: Dokumentasi Pribadi jadi kami ke Jember itu dalam rangka Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang diselenggarakan oleh prodi gue, dan yang berangkat kesana itu para mahasiswa S1 tingkat awal, mahasiswa S2, S3, dan juga para dosen. dalam rangka riset awal lah ya, mungkin kalau buat anak S1 termasuk gue, itu jadi ajang permulaan riset sejarah mereka sebelum kemudian dihadapkan pada tugas-tugas riset selanjutnya. ceritanya lumayan panjang sebelum akhirnya Prodi memutuskan untuk menetapkan Jember sebagai wilayah KKM tahun itu. bermula dari...

kereta api

6 Maret 2019 , 00.00 WIB tepat hari itu pukul 00.00 , penjualan tiket kereta reguler untuk lebaran telah dibuka. malangnya, hanya selang beberapa menit saja ternyata seluruh tiket kereta telah habis terjual, sehingga aku tidak dapat membeli tiketnya. "ah, kesel! tiwas aku wis begadang wengi-wengi...." tak menyerah, aku segera berniat menunggu pemesanan tiket kereta api tambahan dibuka, yang akan dibuka satu bulan dari sekarang menurut informasi yang kudapat di akun resmi mereka. "ya ginilah resiko orang merantau di pusat kota. mau pulang aja hadeeeh susah bener. enak bgt temen-temen yang merantaunya ke daerah trs rumahnya di kota, ga ribet mesen tiketnya, mau naik apa aja buat pulang juga gampang." ...... "yaudahlah, mungkin ini emang jalan hidup gue. gausah disesali ah. gue yakin pasti ada hikmah dan rencana terbaik dibalik ini semua, kaya pengalaman kemarin-kemarin aja...." --------------------------------------------- ...

menuju suatu era baru

Depok, 30 April 2019, 00.00 .....love is on the way, i can see it in your eyes, lets give it one more try tonight, baby....... sembari membabat habis tugas mata kuliah Filsafat Islam untuk presentasi siang nanti, lagu dari Saigon Kick yang berjudul Love Is On The Way itu mengalun dengan lembut di telingaku. saat itu aku sama sekali tidak terserang rasa kantuk, memang entah kenapa akhir-akhir ini aku merasa sulit sekali untuk tidur. ketika tak sengaja melihat jam beserta tanggal melalui gawaiku.... "ah demiapa udah tanggal segini? wah, Alhamdulillah..." mulai dari situ, tak lama kemudian notifikasi di gawaiku banyak berdering, beberapa kali kudengar namun kuabaikan karena masih berkutat dengan tugas-tugas itu. rasanya cukup kesal kalau boleh jujur, mengingat diriku mendapat jatah presentasi untuk mata kuliah itu, tepat di hari ulang tahunku. seraya bergumam dalam hati, "plis lah, harusnya kan gue bisa bersantuy santuy ria..." .....................

mau cerita aja

—————————————————————————— —sedang banyak menangis, memikirkan tema skripsi yang aspek temporalnya belum bisa ditentukan dengan jelas beserta argumennya sedangkan proposal skripsi harus benar-benar diserahkan pada dosen kala UTS.... —————————————————————————— Kamis, 21 Maret 2019 saya melangkah menuju kampus dengan lunglai. hari itu, jujur, saya agak kurang enak badan karena sempat terbangun sakit di waktu-waktu menjelang subuh; sebenarnya hanya sekadar masuk angin saja, namun saya anggap itu adalah hal biasa, maka dari itu saya tetap nekat untuk menghadiri kelas. duduk di kelas Kapita Selekta, hawa dingin yang berasal dari AC kelas saat itu begitu dingin menusuk kalbu. ingin rasanya kelas di hari itu cepat selesai. beberapa jam kemudian, akhirnya usai. begitu keluar kelas, entah mengapa badan saya merasa lebih 'enteng'. rasa dingin yang tadi begitu menusuk itu perlahan menghilang. pergi ke Kansas, makan, ngomongin tema skripsi, samba...

aku dan Depok

apa yang terlintas di pikiranmu kala mendengar kata "Depok"? pinggiran Jakarta. panas. gersang. macet. makanannya mahal-mahal. orang-orangnya barbar. dan semacamnya. atau, mungkin dalam konteks lain lagi yang pasti berbeda-beda tiap orang. namun bagiku, Depok tidak hanya seperti yang digambarkan di atas tadi. Depok, bagiku bukan hanya sekadar tempat biasa. Depok adalah rumah keduaku setelah Blora untuk saat ini, dimana banyak waktu yang telah terhabiskan disini dengan segala kenangan yang mampu dihadirkan, melalui orang-orang yang berbeda... seperti misalnya, terjatuh di lingkungan FIB sampai tidak bisa jalan selama 3 sampai 4 hari, dibawa ke klinik terdekat menggunakan ambulans , dijenguk ke kosan, juga ngambis dalam keadaan sakit di satu matkul yang ternyata nilai yang didapat sangatlah abstrak dan rata, dalam artian satu angkatan mendapat nilai yang sama. dan saking seringnya jatuh disana, teman-teman yang tadinya merasa kasihan menjadi berani menertawak...

rindu

teruntuk kalian, kawan-kawan lamaku. sedih, ketika sudah tak pernah lagi bertegur sapa ketika bertemu. sedih, ketika menerima balasan dalam room chat  dari kalian yang sudah tidak semenarik dulu. jangankan dalam  personal chat , percakapan di grup sendiri pun seakan sudah tiada pentingnya lagi. sedih, ketika mengetahui bahwa teman-teman yang dulunya selalu ada, kini hilang begitu saja seiring berjalannya masa. yang lama, perlahan akan tergantikan dengan yang baru, cepat atau lambat. begitu pula dengan yang baru, suatu saat nanti juga pasti akan tergantikan dengan yang lebih baru lagi. walau aku pun tahu, bahwa mereka pasti sudah punya prioritas yang baru dan lebih mendesak untuk mereka jalankan dalam kehidupan baru mereka, begitu pula denganku. tetapi.... ya, begitulah hidup. ketahuilah, kawan. aku rindu kalian yang dulu. jujur, aku sangat membenci perpisahan. apapun bentuknya. perpisahan, sudah jelas akan memisahkan. persetan dengan kata-ka...

random thought

malam yang cukup dingin di rumah ditemani dengan secangkir teh susu hangat dan sebungkus biskuit di kamar, serta alunan musik dari earphone yang sejak tadi terpasang di telinga. rasa-rasanya kini saya dibuat jenuh juga, mengingat kegiatan yang saya lakukan di rumah dirasa monoton, hanya itu-itu saja. maklum, saat ini masih masuk di waktu liburan untuk kampus saya. masih tersisa sekitar dua minggu lagi untuk menghabiskan liburan semester kali ini sebelum kembali harus memulai beragam kegiatan di kampus dan berkutat pada kesibukan yang bahkan sejak masa-masa liburan seperti saat ini sudah mengintai dan menunggu untuk diselesaikan. sembari menyeruput secangkir teh susu, saya melamun. sungguh, entah mengapa sejak kecil saya suka melamun dan sampai saat ini saya menganggap bahwa melamun adalah kegiatan urutan ketiga yang paling enak untuk dilakukan setelah tidur dan makan. tiba-tiba terbersit dalam pikiran saya, mengenai..... entah apa ini, saya sendiri pun bingung. langsung saja say...