teruntuk kalian, kawan-kawan lamaku.
sedih, ketika sudah tak pernah lagi bertegur sapa ketika bertemu.
sedih, ketika menerima balasan dalam room chat dari kalian yang sudah tidak semenarik dulu.
jangankan dalam personal chat, percakapan di grup sendiri pun seakan sudah tiada pentingnya lagi.
sedih, ketika mengetahui bahwa teman-teman yang dulunya selalu ada, kini hilang begitu saja seiring berjalannya masa.
yang lama, perlahan akan tergantikan dengan yang baru, cepat atau lambat.
begitu pula dengan yang baru, suatu saat nanti juga pasti akan tergantikan dengan yang lebih baru lagi.
walau aku pun tahu, bahwa mereka pasti sudah punya prioritas yang baru dan lebih mendesak untuk mereka jalankan dalam kehidupan baru mereka, begitu pula denganku.
tetapi....
ya, begitulah hidup.
ketahuilah, kawan.
aku rindu kalian yang dulu.
jujur, aku sangat membenci perpisahan. apapun bentuknya.
perpisahan, sudah jelas akan memisahkan.
persetan dengan kata-kata,
"jangan sombong sama gue ya",
"nanti sering-sering reunian ya"
"sama-sama terus ya kita"
dan semacamnya.
sungguh, aku ingin berkata kasar.
aku sangat membenci itu.
nyatanya, setelah beberapa tahun berjalan, sangat sulit untuk sekadar bertemu walau sebentar.
lantas, bagaimana dengan reuni?
oh, sudah jelas.
jelas wacana.
namun di balik itu semua, pada akhirnya aku pun menyadari satu hal yang penting.
bukankah masing-masing dari kita sudah memiliki kesibukan sebelum hari ini?
lantas apa teman-temanmu melupakanmu, mengabaikanmu, atau meninggalkanmu?
tidak sama sekali.
karena sampai kapanpun, pertemanan kita tak akan pernah berhenti.
menjalin sebuah hubungan pertemanan tidak melulu hanya soal bertemu dalam ruang dan waktu yang sama, tetapi juga bagaimana dapat saling memahami prioritas masing-masing.
walau begitu, izinkan aku untuk mengungkapkan hal ini sekali lagi.
kawan, aku rindu kalian yang dulu.
Depok, 27 Februari 2019, 00.41 WIB.
Komentar
Posting Komentar