Langsung ke konten utama

rindu


teruntuk kalian, kawan-kawan lamaku.


sedih, ketika sudah tak pernah lagi bertegur sapa ketika bertemu.

sedih, ketika menerima balasan dalam room chat dari kalian yang sudah tidak semenarik dulu.
jangankan dalam personal chat, percakapan di grup sendiri pun seakan sudah tiada pentingnya lagi.

sedih, ketika mengetahui bahwa teman-teman yang dulunya selalu ada, kini hilang begitu saja seiring berjalannya masa.

yang lama, perlahan akan tergantikan dengan yang baru, cepat atau lambat.
begitu pula dengan yang baru, suatu saat nanti juga pasti akan tergantikan dengan yang lebih baru lagi.

walau aku pun tahu, bahwa mereka pasti sudah punya prioritas yang baru dan lebih mendesak untuk mereka jalankan dalam kehidupan baru mereka, begitu pula denganku.

tetapi....

ya, begitulah hidup.



ketahuilah, kawan.
aku rindu kalian yang dulu.



jujur, aku sangat membenci perpisahan. apapun bentuknya.

perpisahan, sudah jelas akan memisahkan.

persetan dengan kata-kata,
"jangan sombong sama gue ya",
"nanti sering-sering reunian ya"
"sama-sama terus ya kita"
dan semacamnya.

sungguh, aku ingin berkata kasar.
aku sangat membenci itu.

nyatanya, setelah beberapa tahun berjalan, sangat sulit untuk sekadar bertemu walau sebentar.



lantas, bagaimana dengan reuni?


oh, sudah jelas.


jelas wacana.



namun di balik itu semua, pada akhirnya aku pun menyadari satu hal yang penting.

bukankah masing-masing dari kita sudah memiliki kesibukan sebelum hari ini?

lantas apa teman-temanmu melupakanmu, mengabaikanmu, atau meninggalkanmu?
tidak sama sekali.
karena sampai kapanpun, pertemanan kita tak akan pernah berhenti.

menjalin sebuah hubungan pertemanan tidak melulu hanya soal bertemu dalam ruang dan waktu yang sama, tetapi juga bagaimana dapat saling memahami prioritas masing-masing.




walau begitu, izinkan aku untuk mengungkapkan hal ini sekali lagi.


kawan, aku rindu kalian yang dulu.





Depok, 27 Februari 2019, 00.41 WIB.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Geliat Industri Pertambangan Minyak Era Hindia Belanda: Dari Royal Dutch-Shell Hingga Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM)

Kantor Pusat Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) di Batavia, sekitar tahun 1935. Sumber: https://www.nationaalarchief.nl    Sejak awal abad ke-20, sektor pertambangan telah menggeser prioritas dari  kuantitas ekspor sektor perkebunan di berbagai belahan dunia, termasuk Hindia Belanda.  Salah satu komoditas pada sektor pertambangan yang berperan penting dalam  menggerakkan industri adalah minyak bumi. Minyak bumi merupakan komoditas yang  dicari oleh negara-negara besar untuk dimanfaatkan dalam berbagai keperluan, seperti  untuk bahan bakar, keperluan perang, dan sebagainya.  Sejatinya, minyak bumi telah  ditemukan oleh masyarakat setempat dan dimanfaatkan untuk keperluan sederhana.  Walaupun minyak bumi sudah dimanfaatkan sejak lama, saat itu minyak bumi masih  dikategorikan sebagai barang bebas, belum menjadi barang yang bernilai  ekonomi. Dengan adanya perkembangan ilmu kimia  yang semakin maju, lambat laun minyak b...

Front Pembela Islam (FPI) dan Kiprahnya dalam Berbangsa dan Bernegara di Indonesia

Gambar 1. Ilustrasi FPI. Sumber: www.liputan6.com       Front Pembela Islam (FPI) atau yang juga dikenal sebagai Islamic Defenders Front merupakan sebuah organisasi berlandaskan Islam yang dicetuskan di Petamburan, Jakarta Pusat, dan resmi berdiri sejak organisasi tersebut dideklarasikan secara terbuka pada 17 Agustus 1998 (25 Robi’uts Tsani 1419 H) di Pondok Pesantren Al-Umm, Ciputat, Tangerang Selatan. Organisasi ini didirikan oleh sejumlah ulama, haba’ib, serta sejumlah aktivis muslim dengan dipelopori oleh seorang tokoh keturunan Hadrami yang bernama Muhammad Rizieq Shihab, yang kini banyak dikenal oleh masyarakat luas sebagai Habib Rizieq Shihab. Makna Nama "Front Pembela Islam" pada FPI      Pemilihan nama “Front Pembela Islam” ini memiliki makna tersendiri. Kata “front” yang berarti “depan”, menunjukkan bahwa organisasi ini selalu berusaha untuk berada di garis terdepan dan memiliki sikap tegas dalam setiap langkah perjuangan yang berasaskan aj...

SNMPTN, Ilmu Sejarah UI, dan Awal Perjuangan Sesungguhnya

Sebelumnya, saya mohon maaf apabila tulisan ini saya buat jauh setelah pengumuman SNMPTN berlangsung, bahkan disaat saya menulis ini, saya sudah mulai mengerjakan beberapa proyek akhir dalam rangka mempersiapkan UAS di kampus saya yang sekarang ini saya huni dalam rangka menuntut salah satu disiplin ilmu yang saya impi-impikan sejak dulu. Jadi, saya putuskan untuk merangkum tulisan-tulisan yang sebelumnya telah saya buat di memo handphone saya yang telah saya buat sejak Januari 2017 silam, dan bahasanya juga agak berbeda, karena disini saya akan menggunakan bahasa saya sehari-hari. Selamat membaca! -------------------------------------------------------------------------------------- Ga terasa, masa-masa SMA udah hampir habis gue lewatin. Banyak banget pelajaran hidup serta kenangan-kenangan yang gue dapet di masa itu. Yang manis ada, yang pahit pun juga ada. Mulai dari kisah pertemanan yang "solid tapi banyak wacana", kisah kebandelan Dhesta dan teman-temanny...