Langsung ke konten utama

random thought

malam yang cukup dingin di rumah ditemani dengan secangkir teh susu hangat dan sebungkus biskuit di kamar, serta alunan musik dari earphone yang sejak tadi terpasang di telinga.
rasa-rasanya kini saya dibuat jenuh juga, mengingat kegiatan yang saya lakukan di rumah dirasa monoton, hanya itu-itu saja.
maklum, saat ini masih masuk di waktu liburan untuk kampus saya. masih tersisa sekitar dua minggu lagi untuk menghabiskan liburan semester kali ini sebelum kembali harus memulai beragam kegiatan di kampus dan berkutat pada kesibukan yang bahkan sejak masa-masa liburan seperti saat ini sudah mengintai dan menunggu untuk diselesaikan.

sembari menyeruput secangkir teh susu, saya melamun. sungguh, entah mengapa sejak kecil saya suka melamun dan sampai saat ini saya menganggap bahwa melamun adalah kegiatan urutan ketiga yang paling enak untuk dilakukan setelah tidur dan makan.

tiba-tiba terbersit dalam pikiran saya, mengenai..... entah apa ini, saya sendiri pun bingung.
langsung saja saya tuangkan disini tanpa basa-basi.

apakah saya bisa kembali menjadi saya di masa kecil, walau hanya sebentar?
saat-saat dimana saya berjalan sendiri dengan sumringah menuju sekolah dengan menggunakan seragam TK pada masanya, membawa tas ransel mungil khas anak TK dan membawa sebuah susu kotak dingin, dan langsung bermain dengan teman-teman sesampainya saya di sekolah tanpa merasa khawatir.

atau, saat-saat dimana saya menuju ke masjid dekat rumah untuk mengaji di sore hari sambil membawa mi sakura panas, yang disajikan di styrofoam dan dilengkapi dengan sebuah sumpit yang sudah dipotong dua, dan kemudian sesampainya di masjid saya bersama dengan teman-teman memakan mi tersebut dengan suka cita sambil bermain bekel.

(dulu temen-temen ngaji juga pada beli es yang di plastikan semacam teh ***** atau minuman yang rasa-rasa, gue gaboleh beli karena gue gabisa minum es yg begitu, karena dijamin besoknya pasti langsung batuk. padahal pengen juga😭 alhasil kemana-mana pasti bawanya air putih terus waktu kecil.)

atau, saat-saat dimana saya sering dihampiri teman-teman kecil seraya berteriak memanggil-manggil, "Dhesta, main yuk!" di depan rumah.
dan saat-saat dimana saya banyak bermain di luar rumah, baik hanya sekadar berbagi cerita dengan teman sebaya maupun bermain di lapangan dekat rumah, dimana biasanya 'geng anak perempuan' bermain galasin atau bentengan atau sejenisnya, melawan 'geng anak laki-laki', yang biasanya baru selesai bila adzan maghrib berkumandang.
lengkap dengan drama ala-ala anak kecil seperti misalnya menangis, kesal, bertengkar, atau bahkan tertawa lepas susah berhenti.
betapa lucunya masa-masa itu bila diingat kembali.

terserah di saat yang mana saja, yang penting kembali ke masa kecil untuk sementara waktu.

mengapa?
karena saya merasa... bahwa semakin besar saya, semakin banyak cobaan hidup yang melanda.
semakin banyak kesibukan, semakin banyak tantangan, dan semakin banyak pula masalah yang dihadapi dan harus diselesaikan.

terkadang saya merasa lelah untuk menghadapi semuanya.
sekalinya sudah terselesaikan, masalah lainnya pasti bermunculan. bagaikan terus ada tanpa henti.

namun saya sadar, tidak mungkin saya bisa kembali ke masa kecil seperti dahulu, waktu akan terus berjalan setiap harinya seiring dengan berjalannya masa.
waktu memang takkan bisa terulang, namun bisa dikenang.
dan melalui kenangan tersebut, kita dapat belajar untuk membenahi hidup di masa mendatang, demi terciptanya hidup yang semakin hari semakin baik.
serta dapat belajar untuk semakin mendewasakan diri, dan jangan lagi banyak mengeluh seperti di masa-masa sebelumnya.


(note : tahun ini, tepatnya di bulan April nanti, udah bakal masuk di usia gue yang ke 20.
apa gue bakal berhasil jadi diri sendiri yang lebih baik?
mari ditunggu saja.)



Blora, 20 Januari 2019, 23:04.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Geliat Industri Pertambangan Minyak Era Hindia Belanda: Dari Royal Dutch-Shell Hingga Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM)

Kantor Pusat Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) di Batavia, sekitar tahun 1935. Sumber: https://www.nationaalarchief.nl    Sejak awal abad ke-20, sektor pertambangan telah menggeser prioritas dari  kuantitas ekspor sektor perkebunan di berbagai belahan dunia, termasuk Hindia Belanda.  Salah satu komoditas pada sektor pertambangan yang berperan penting dalam  menggerakkan industri adalah minyak bumi. Minyak bumi merupakan komoditas yang  dicari oleh negara-negara besar untuk dimanfaatkan dalam berbagai keperluan, seperti  untuk bahan bakar, keperluan perang, dan sebagainya.  Sejatinya, minyak bumi telah  ditemukan oleh masyarakat setempat dan dimanfaatkan untuk keperluan sederhana.  Walaupun minyak bumi sudah dimanfaatkan sejak lama, saat itu minyak bumi masih  dikategorikan sebagai barang bebas, belum menjadi barang yang bernilai  ekonomi. Dengan adanya perkembangan ilmu kimia  yang semakin maju, lambat laun minyak b...

Front Pembela Islam (FPI) dan Kiprahnya dalam Berbangsa dan Bernegara di Indonesia

Gambar 1. Ilustrasi FPI. Sumber: www.liputan6.com       Front Pembela Islam (FPI) atau yang juga dikenal sebagai Islamic Defenders Front merupakan sebuah organisasi berlandaskan Islam yang dicetuskan di Petamburan, Jakarta Pusat, dan resmi berdiri sejak organisasi tersebut dideklarasikan secara terbuka pada 17 Agustus 1998 (25 Robi’uts Tsani 1419 H) di Pondok Pesantren Al-Umm, Ciputat, Tangerang Selatan. Organisasi ini didirikan oleh sejumlah ulama, haba’ib, serta sejumlah aktivis muslim dengan dipelopori oleh seorang tokoh keturunan Hadrami yang bernama Muhammad Rizieq Shihab, yang kini banyak dikenal oleh masyarakat luas sebagai Habib Rizieq Shihab. Makna Nama "Front Pembela Islam" pada FPI      Pemilihan nama “Front Pembela Islam” ini memiliki makna tersendiri. Kata “front” yang berarti “depan”, menunjukkan bahwa organisasi ini selalu berusaha untuk berada di garis terdepan dan memiliki sikap tegas dalam setiap langkah perjuangan yang berasaskan aj...

SNMPTN, Ilmu Sejarah UI, dan Awal Perjuangan Sesungguhnya

Sebelumnya, saya mohon maaf apabila tulisan ini saya buat jauh setelah pengumuman SNMPTN berlangsung, bahkan disaat saya menulis ini, saya sudah mulai mengerjakan beberapa proyek akhir dalam rangka mempersiapkan UAS di kampus saya yang sekarang ini saya huni dalam rangka menuntut salah satu disiplin ilmu yang saya impi-impikan sejak dulu. Jadi, saya putuskan untuk merangkum tulisan-tulisan yang sebelumnya telah saya buat di memo handphone saya yang telah saya buat sejak Januari 2017 silam, dan bahasanya juga agak berbeda, karena disini saya akan menggunakan bahasa saya sehari-hari. Selamat membaca! -------------------------------------------------------------------------------------- Ga terasa, masa-masa SMA udah hampir habis gue lewatin. Banyak banget pelajaran hidup serta kenangan-kenangan yang gue dapet di masa itu. Yang manis ada, yang pahit pun juga ada. Mulai dari kisah pertemanan yang "solid tapi banyak wacana", kisah kebandelan Dhesta dan teman-temanny...