tepat hari itu pukul 00.00, penjualan tiket kereta reguler untuk lebaran telah dibuka.
malangnya, hanya selang beberapa menit saja ternyata seluruh tiket kereta telah habis terjual, sehingga aku tidak dapat membeli tiketnya.
malangnya, hanya selang beberapa menit saja ternyata seluruh tiket kereta telah habis terjual, sehingga aku tidak dapat membeli tiketnya.
"ah, kesel! tiwas aku wis begadang wengi-wengi...."
tak menyerah, aku segera berniat menunggu pemesanan tiket kereta api tambahan dibuka, yang akan dibuka satu bulan dari sekarang menurut informasi yang kudapat di akun resmi mereka.
"ya ginilah resiko orang merantau di pusat kota. mau pulang aja hadeeeh susah bener.
enak bgt temen-temen yang merantaunya ke daerah trs rumahnya di kota, ga ribet mesen tiketnya, mau naik apa aja buat pulang juga gampang."
enak bgt temen-temen yang merantaunya ke daerah trs rumahnya di kota, ga ribet mesen tiketnya, mau naik apa aja buat pulang juga gampang."
......
"yaudahlah, mungkin ini emang jalan hidup gue. gausah disesali ah. gue yakin pasti ada hikmah dan rencana terbaik dibalik ini semua, kaya pengalaman kemarin-kemarin aja...."
---------------------------------------------
1 bulan kemudian.....
dan hari itu, penjualan tiket kereta tambahan untuk lebaran sudah dibuka.
senang sekali karena bisa mendapatkan tiket kereta untuk pulang, yang waktunya kebetulan bertepatan dengan mudik lebaran.
senang sekali karena bisa mendapatkan tiket kereta untuk pulang, yang waktunya kebetulan bertepatan dengan mudik lebaran.
rencana awalnya, aku akan berangkat pada 31 Mei mendatang.
namun masalah muncul ketika akan melakukan pembayaran.
bersama dengan dinginnya suhu udara kota Depok malam itu, ditambah dengan dinginnya bilik kecil tempat dimana aku melakukan transaksi pembayaran.
ya, di ATM kampus.
luar biasa, di sekitar pukul setengah 1 malam aku berjalan sendirian dari kos menuju kampus hanya untuk membayar tiket kereta. suasana kampus saat itu memang sudah sangat sepi bagai tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya, dan ternyata sesampainya di sana aku tidak bisa melakukan pembayaran!!!
bersama dengan dinginnya suhu udara kota Depok malam itu, ditambah dengan dinginnya bilik kecil tempat dimana aku melakukan transaksi pembayaran.
ya, di ATM kampus.
luar biasa, di sekitar pukul setengah 1 malam aku berjalan sendirian dari kos menuju kampus hanya untuk membayar tiket kereta. suasana kampus saat itu memang sudah sangat sepi bagai tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya, dan ternyata sesampainya di sana aku tidak bisa melakukan pembayaran!!!
sedih, tak terkira.
aku kembali pulang ke kosan dengan sedikit lunglai akibat hasil nihil yang kudapat.
sesampainya di kamarku, aku berusaha untuk kembali mengecek apakah masih ada kursi yang tersedia.
namun nihil, tidak ada sama sekali. semua sudah habis, bahkan sampai pada hari H lebaran.
namun nihil, tidak ada sama sekali. semua sudah habis, bahkan sampai pada hari H lebaran.
duh, betapa susahnya mendapatkan satu tiket kereta saja.
aku berusaha untuk menerima semuanya.
dan aku berpikir,
"mungkin lebaran tahun ini gue ditakdirkan buat naik bus...."
dan aku berpikir,
"mungkin lebaran tahun ini gue ditakdirkan buat naik bus...."
'iya, gapapa. terima aja, yang penting bisa pulang...."
07.00 WIB
selesai bersih-bersih kamar, dan seketika teringat insiden tadi malam.
kesedihan masih terasa lekat di benakku.
dan begitu mengetahui bahwa aku tidak berhasil mendapatkan tiket kereta, beberapa temanku berusaha menenangkanku dan mencoba membantuku dengan berbagai opsi melalui grup WA, berhubung saat itu adalah hari Sabtu dan tidak ada kegiatan perkuliahan.
mulai dari ingin membantu mencarikan tiket pesawat, menemaniku ke bermacam-macam pool bus yang ada dan memesan tiket bus di sana, sampai ada yang menawarkan penginapan, dalam artian aku menginap di rumahnya selama beberapa hari agar aku tidak kesepian kalau ternyata aku benar-benar tidak bisa pulang di hari lebaran.
kalian baik sekali, terima kasih banyak atas bantuannya!✨
namun saat itu aku belum memutuskan untuk menerima tawaran mereka.
dan entah mengapa tiba-tiba terbersit rasa iseng untuk ingin mencoba mengecek kembali ketersediaan tiket kereta tambahan secara daring.
dan ternyata, keajaiban pun tiba!
aku menemukan 1 kursi yang kosong, yang tersedia untuk keberangkatan tanggal 30 Mei mendatang.
padahal tadi malam aku sama sekali tidak menemukan kursi kosong. satupun, dan di tanggal keberangkatan berapapun.
mungkin ada yang membatalkan pesanan tiketnya.
padahal tadi malam aku sama sekali tidak menemukan kursi kosong. satupun, dan di tanggal keberangkatan berapapun.
mungkin ada yang membatalkan pesanan tiketnya.
"wah, beda sehari doang sama yg gue pesen tadi malem...."
lalu aku segera memesannya secepat yang ku bisa.
namun kupikir lagi, apa benar tiketnya akan bisa terbeli? karena hanya 1 kursi kosong yang tersedia dan aku khawatir kalau ternyata sudah keduluan oleh orang lain.
tapi ternyata berhasil!
tak mau kehilangan kesempatan untuk kedua kalinya, aku segera mengganti opsi pembayaran dari yang awalnya via transfer bank menjadi via minimarket terdekat.
"takut masih error, mending nyari yang pasti pasti aja"
aku bergegas menuju minimarket yang dimaksud dan langsung melakukan pembayaran, sembari membeli beberapa makanan ringan untuk camilan.
senang sekali, karena pada akhirnya aku mendapatkan tiket kereta tambahan dengan cara yang tidak disangka-sangka.
"alhamdulillah, lebaran tahun ini gue bisa naik kereta lagi!✨"
-----------------------------------------------
ya, memang secinta itu aku pada moda transportasi yang satu itu.
kehadirannya selalu berhasil menenteramkan, walau kadang berhasil pula dibuat kesal karena kesalahan teknis dari mereka, namun itu hanya berlangsung sangat sebentar hingga akhirnya aku kembali terlarut dalam keindahan serta kenangannya.
kehadirannya selalu berhasil menenteramkan, walau kadang berhasil pula dibuat kesal karena kesalahan teknis dari mereka, namun itu hanya berlangsung sangat sebentar hingga akhirnya aku kembali terlarut dalam keindahan serta kenangannya.
bagaimana aku bisa menyukai kereta api?
kecintaanku pada moda transportasi tersebut bermula ketika aku berusia sekitar 5 tahun.
aku tidak ingat kapan pastinya aku naik kereta api untuk pertama kalinya, karena memang orang tuaku sudah menjadi pengguna setia kereta api sejak mereka belum bertemu satu sama lain.
ya, memang saya berasal dari kedua orang tua yang dulunya merupakan anak rantau.
namun satu hal yang masih sangat melekat dalam ingatanku hingga kini, aku benar-benar jatuh cinta kereta api karena pemandangannya!
pemandangan yang disuguhkan sepanjang jalan terlihat sangat menarik, terlebih ketika aku menaiki kereta api yang melintasi jalur selatan Jawa dan melintasi wilayah Bandung dan sekitarnya.
ya, memang saya berasal dari kedua orang tua yang dulunya merupakan anak rantau.
namun satu hal yang masih sangat melekat dalam ingatanku hingga kini, aku benar-benar jatuh cinta kereta api karena pemandangannya!
pemandangan yang disuguhkan sepanjang jalan terlihat sangat menarik, terlebih ketika aku menaiki kereta api yang melintasi jalur selatan Jawa dan melintasi wilayah Bandung dan sekitarnya.
selain itu, aku juga menyukai kereta yang mengangkut belasan ketel minyak, yang sedari kecil sering kusebut dengan nama "kereta minyak".
kereta-kereta tersebut sejak kecil sering kujumpai di Stasiun Cepu (ketika aku pulang ke rumah di Blora), Stasiun Maos (ketika aku mengunjungi mbah kakung dan mbah putri di Cilacap), serta daerah Tegal ketika kereta yang kunaiki sedang berhenti di Stasiun Tegal.
kereta-kereta tersebut sejak kecil sering kujumpai di Stasiun Cepu (ketika aku pulang ke rumah di Blora), Stasiun Maos (ketika aku mengunjungi mbah kakung dan mbah putri di Cilacap), serta daerah Tegal ketika kereta yang kunaiki sedang berhenti di Stasiun Tegal.
sejak saat itu aku menyukai kereta api dan aku bertekad ingin terus naik kereta api kemanapun aku pergi, kalau bisa.
dalam pikiranku waktu kecil, aku sangat berharap bila setiap pulang kampung aku dan keluargaku bisa naik kereta api dan aku sangat senang karena memang hampir tiap tahun ketika kami sekeluarga pulang kampung kami selalu menggunakan moda transportasi tersebut.
sejak kecil hingga kini, aku paling menyukai posisi tempat duduk yang dekat dengan jendela. entah mengapa, bila aku duduk di tempat itu rasanya sangat menenteramkan.
membuatku ingat akan masa-masa kecil yang indah sembari melihat pemandangan yang disuguhkan dari dalam kereta.
apapun kelasnya bukan masalah buatku, entah dia eksekutif, bisnis, ekonomi premium, atau bahkan ekonomi biasa. asalkan aku bisa duduk dekat jendela, aku sudah sangat senang!
membuatku ingat akan masa-masa kecil yang indah sembari melihat pemandangan yang disuguhkan dari dalam kereta.
apapun kelasnya bukan masalah buatku, entah dia eksekutif, bisnis, ekonomi premium, atau bahkan ekonomi biasa. asalkan aku bisa duduk dekat jendela, aku sudah sangat senang!
selain itu, aku suka membaca buku sembari memakan makanan ringan di tengah perjalanan.
sengaja sebelum berangkat aku membeli beberapa bungkus makanan ringan ukuran besar dan berisi banyak agar tidak kesepian di tengah perjalanan.
sengaja sebelum berangkat aku membeli beberapa bungkus makanan ringan ukuran besar dan berisi banyak agar tidak kesepian di tengah perjalanan.
duduk di dekat jendela, bersama dengan buku dan berbagai camilan, perfecto!
---------------------------------------------------
24 Juli 2019, 13.00 WIB
berniat memesan tiket untuk kembali ke Depok, dan semudah itu aku mendapatkannya.
memang kalau bukan musim liburan sebenarnya terbilang mudah untuk memesan tiket untuk pergi kemanapun.
tidak perlu memesan jauh-jauh hari mulai dari H-90 sebelum keberangkatan.
akhir kata,
semoga selalu dimudahkan dalam memesan tiket kereta!✨
Komentar
Posting Komentar